TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 21, 2026
2 min read
13

Indeks Investing.com United Kingdom 100 menutup sesi perdagangan Selasa dengan penurunan 1,08%, mencerminkan pelemahan luas di seluruh industri utama. Penurunan ini dipimpin oleh kerugian signifikan di sektor-sektor tertentu, menandakan sentimen hati-hati di kalangan investor.
Pendorong utama di balik penurunan pasar adalah penurunan signifikan di sektor Dirgantara & Pertahanan, Pertambangan, dan Peralatan & Layanan Kesehatan. Tekanan negatif ini dicontohkan oleh beberapa saham dengan kinerja terburuk hari itu, termasuk Rolls-Royce Holdings PLC, yang turun 6,50%, dan Melrose Industries PLC, yang jatuh 4,25%.
Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, beberapa perusahaan berhasil melawan tren tersebut. Compass Group PLC muncul sebagai saham dengan kinerja terbaik, naik 2,78%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah dan Brent naik, sementara harga emas berjangka menurun. Pasar mata uang menunjukkan perubahan minimal, dengan GBP/USD dan EUR/GBP tetap stabil.
Hari perdagangan ditutup dengan jumlah saham yang jatuh lebih banyak daripada yang naik, yaitu 887 berbanding 877 di London Stock Exchange, menunjukkan lebar pasar yang sedikit bearish. Investor akan terus memantau kinerja sektor-sektor utama ini untuk indikasi arah pasar di masa depan.
T: Mengapa pasar saham Inggris ditutup lebih rendah?
J: Penurunan pasar terutama disebabkan oleh kerugian di sektor Dirgantara & Pertahanan, Pertambangan, dan Peralatan & Layanan Kesehatan.
T: Perusahaan besar mana yang mengalami penurunan terbesar?
J: Rolls-Royce Holdings PLC adalah saham dengan kinerja terburuk dalam indeks, dengan sahamnya jatuh sebesar 6,50%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait