TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 13, 2026
2 min read
9

Saham-saham Inggris merosot pada hari Senin menyusul kegagalan pembicaraan akhir pekan AS-Iran dan ancaman blokade segera di Selat Hormuz. Indeks acuan FTSE 100 turun 0,4%, mencerminkan kekhawatiran investor atas meningkatnya ketidakstabilan geopolitik.
Penurunan ini merupakan reaksi langsung terhadap meningkatnya ketegangan, yang juga menyebabkan indeks DAX Jerman turun 1,4% dan CAC 40 Prancis turun 1%. Pound Inggris juga melemah, turun 0,3% terhadap dolar AS.
Sentimen pasar memburuk setelah negosiasi antara Washington dan Teheran gagal, memicu ancaman dari AS untuk memblokir lalu lintas maritim melalui jalur pengiriman minyak yang krusial. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa Inggris tidak akan berpartisipasi dalam blokade, menekankan pentingnya menjaga selat tetap terbuka.
Krisis ini memicu perbedaan signifikan dalam kinerja pasar. Minyak mentah Brent melonjak 8% menjadi lebih dari $102 per barel, yang memiliki efek riak di berbagai industri. Akibatnya, UBS memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tahun 2026 menjadi 0,6% dari 1,1%, mengutip harga energi yang tinggi menekan pengeluaran konsumen dan margin perusahaan.
Saham minyak dan gas global menguat karena harga minyak yang lebih tinggi. Saham BP dan Shell naik sekitar 1,4% di London, sementara rekan-rekan AS seperti ExxonMobil dan Chevron mencatat kenaikan pra-pasar. Sebaliknya, saham maskapai penerbangan Eropa anjlok tajam, dengan maskapai seperti Ryanair dan IAG turun antara 2,7% dan 7,7% karena tekanan langsung dari biaya bahan bakar jet yang lebih tinggi.
Pasar sedang menghadapi ketidakpastian yang didorong oleh konflik AS-Iran. Meskipun ekuitas secara luas menurun karena risiko geopolitik, sektor energi mengalami peningkatan yang signifikan. Arah pasar di masa depan kemungkinan akan bergantung pada perkembangan di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap harga energi global serta inflasi.
T: Mengapa saham Inggris anjlok?
J: Saham Inggris anjlok karena meningkatnya risiko geopolitik menyusul kegagalan pembicaraan AS-Iran dan ancaman blokade di Selat Hormuz, jalur minyak yang krusial.
T: Mengapa saham minyak naik sementara pasar secara luas menurun?
J: Ketegangan yang mengancam pasokan minyak dari Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah melonjak di atas $100 per barel, yang secara langsung meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan energi.
T: Apa posisi Inggris dalam konflik ini?
J: Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris tidak akan berpartisipasi dalam perang Iran atau mendukung blokade Selat Hormuz, menekankan pendekatan diplomatik.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait