TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 30, 2026
2 min read
2

Kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer baru-baru ini ke Tiongkok berhasil mengamankan kesepakatan termasuk akses bebas visa 30 hari dan tarif wiski yang lebih rendah, di samping investasi senilai $15 miliar oleh AstraZeneca. Namun, para analis menyarankan bahwa perjalanan diplomatik ini, yang dimaksudkan untuk mengimbangi tekanan perdagangan AS, mengungkapkan keterbatasan dan kerentanan signifikan bagi kekuatan menengah Barat.
Para pemimpin dari Inggris, Kanada, dan Eropa telah menjalin hubungan dengan Beijing sebagai lindung nilai terhadap potensi gangguan dari masa kepresidenan Trump kedua. Kunjungan-kunjungan ini mendukung narasi Tiongkok sebagai mitra global yang stabil. Para ahli mencatat bahwa meskipun sekutu tradisional AS sedang menjajaki alternatif, mereka belum siap atau mampu menggantikan Tiongkok untuk Amerika Serikat dalam keselarasan strategis mereka.
Berintegrasi dengan Tiongkok menghadirkan risiko besar karena ekonominya yang didorong ekspor, yang mencatat surplus perdagangan rekor $1,2 triliun. Pada tahun 2023, ekspor Tiongkok ke Inggris tumbuh sebesar 7,8%, sementara impornya dari Inggris turun sebesar 4,7%. Ketidakseimbangan ini menimbulkan ancaman bagi manufaktur domestik di negara-negara Barat, menjadikan peningkatan integrasi perdagangan sebagai proposisi yang menantang.
Meskipun membangun kembali hubungan dengan Beijing membantu mengurangi ketegangan geopolitik dan mengatasi ketergantungan rantai pasokan, kunjungan-kunjungan ini sebagian besar dianggap simbolis. Tujuan utamanya bukanlah pergeseran penuh ke Tiongkok, melainkan upaya de-risking strategis untuk menghindari konflik terbuka dengan kedua kekuatan super global secara bersamaan. Manfaat ekonomi jangka panjang bagi Barat masih dipertanyakan.
T: Kesepakatan apa saja yang diamankan Inggris di Tiongkok?
J: Inggris mengamankan perjalanan bebas visa 30 hari untuk warganya, tarif wiski yang lebih rendah, dan janji investasi senilai $15 miliar dari produsen obat AstraZeneca.
T: Mengapa kunjungan Barat ke Tiongkok ini dianggap berisiko?
J: Para analis memperingatkan bahwa kunjungan ini membuat ekonomi Barat terpapar surplus ekspor Tiongkok yang sangat besar, yang dapat merusak industri lokal, sementara keuntungan strategisnya terbatas.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait