TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 04, 2026
2 min read
22

UBS telah meningkatkan prakiraan harga rata-rata minyak mentah Brent untuk kuartal pertama dan sepanjang tahun 2026. Revisi ini mencerminkan meningkatnya risiko geopolitik yang memengaruhi jalur pasokan energi global.
Penyesuaian ini terutama didorong oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz yang hampir de facto, sebuah titik hambatan kritis untuk pengiriman minyak. Bank tersebut kini memproyeksikan harga rata-rata Brent sebesar $71 per barel pada kuartal pertama dan telah menaikkan prakiraan sepanjang tahun 2026 sebesar $10 menjadi $72 per barel.
UBS menguraikan skenario di mana harga dapat melonjak secara signifikan. Serangan terhadap infrastruktur energi regional dapat mendorong harga Brent di atas $90 per barel, sementara penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan dapat mendorong harga melewati angka $100. Meskipun de-eskalasi dapat mengurangi beberapa premi risiko, bank tersebut menyatakan bahwa harga tidak mungkin kembali ke level $60 yang terlihat pada awal tahun.
Meskipun prakiraan untuk tahun 2027 dan 2028 tetap tidak berubah masing-masing sebesar $70 dan $75, UBS mengakui bahwa keseimbangan risiko condong ke atas. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah dengan cermat sebagai penentu utama pergerakan harga di masa depan.
Q: Berapa prakiraan baru UBS untuk Brent pada tahun 2026?
A: Prakiraan baru adalah rata-rata $72 per barel, peningkatan $10 dari perkiraan sebelumnya.
Q: Apa alasan utama kenaikan prakiraan ini?
A: Pendorong utamanya adalah meningkatnya konflik di Timur Tengah dan gangguan parah pada Selat Hormuz.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait