TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ม.ค. 30, 2026
2 min read
5

UBS telah secara signifikan menaikkan target harga emasnya menjadi $6.200 per ounce untuk sebagian besar tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $5.000. Revisi ini mencerminkan permintaan investasi yang lebih kuat dari perkiraan.
Institusi besar lainnya, termasuk Deutsche Bank dan Societe Generale, juga telah mengeluarkan perkiraan bullish, dengan keduanya memproyeksikan emas dapat mencapai $6.000 per ounce pada tahun 2026.
Peningkatan perkiraan ini bertepatan dengan harga emas spot yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $5.594,82 per ounce. Aset safe-haven ini telah melonjak lebih dari 20% pada bulan Januari, menandai kenaikan bulanan keenam berturut-turut. Reli ini sebagian besar didorong oleh bank sentral dan investor yang meningkatkan alokasi mereka ke aset riil di luar dolar AS.
Konsensus di antara analis terkemuka menunjukkan kekuatan berkelanjutan untuk emas. Pendorong utama termasuk permintaan investasi yang persisten dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Namun, UBS mencatat potensi risiko penurunan, menunjukkan Federal Reserve AS yang hawkish dapat menekan harga. Skenario terburuk bank melihat emas di $4.600, sementara skenario terbaik dapat mendorongnya hingga $7.200.
Ke depan, sentimen pasar untuk emas sangat positif, dengan beberapa bank papan atas menyelaraskan perkiraan mendekati atau di atas $6.000. Investor akan memantau dengan cermat kebijakan bank sentral dan perkembangan geopolitik global sebagai indikator utama pergerakan harga di masa depan.
T: Berapa perkiraan harga emas baru UBS?
J: UBS menaikkan targetnya menjadi $6.200 per ounce untuk Maret, Juni, dan September 2026.
T: Mengapa analis menaikkan target harga emas mereka?
J: Alasan utamanya adalah permintaan investasi yang lebih kuat dari perkiraan, peningkatan pembelian dari bank sentral, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait