TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 02, 2026
2 min read
3

Tyson Foods mengumumkan laba disesuaikan kuartal pertama sebesar 97 sen per saham, melampaui ekspektasi analis sebesar 94 sen. Penjualan bersih perusahaan naik 5,1% menjadi $14,31 miliar, juga melampaui perkiraan $14,09 miliar. Kinerja ini sebagian besar disebabkan oleh kekuatan segmen ayamnya.
Keberhasilan perusahaan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang menantang. Kekeringan yang berkepanjangan telah mengurangi populasi ternak sapi AS ke titik terendah dalam 75 tahun, mendorong kenaikan harga daging sapi sebesar 17,2% dan menyebabkan volume penjualan daging sapi Tyson turun 7,3%. Akibatnya, konsumen beralih ke pilihan protein yang lebih terjangkau seperti ayam, meningkatkan penjualannya sebesar 3,7%.
Permintaan ayam yang kuat berhasil mengimbangi kerugian signifikan di divisi daging sapi, yang telah berjuang dengan biaya akuisisi ternak yang tinggi. Sebagai tanggapan, Tyson merestrukturisasi operasi daging sapinya, termasuk penutupan pabrik. Perusahaan telah menaikkan prospek laba disesuaikan fiskal 2026 untuk segmen ayam, babi, dan makanan olahannya, sekaligus mengurangi proyeksi kerugian untuk daging sapi.
Tyson kini memperkirakan penjualan akan tumbuh antara 2% dan 4% pada tahun fiskal 2026, menunjukkan kepercayaan pada strateginya. Kemampuan perusahaan untuk menyeimbangkan portofolionya akan tetap menjadi faktor kunci bagi investor seiring berlanjutnya tekanan pasar pada industri daging sapi.
Q: Mengapa bisnis daging sapi Tyson mengalami kesulitan?
A: Unit daging sapi menghadapi kerugian besar karena biaya ternak yang secara historis tinggi, yang diakibatkan oleh kekurangan pasokan karena populasi ternak AS menyusut ke ukuran terkecilnya dalam 75 tahun.
Q: Apa pendorong utama di balik laba Tyson yang melampaui ekspektasi?
A: Pendorong utamanya adalah permintaan konsumen yang kuat untuk produk ayamnya, yang penjualannya meningkat 3,7% karena pembeli mencari alternatif berbiaya lebih rendah dibandingkan daging sapi yang mahal.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.