TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 27, 2026
2 min read
8

Presiden AS Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya telah membahas proposal baru dari Iran yang bertujuan untuk menyelesaikan ketegangan yang sedang berlangsung, menurut Gedung Putih. Diskusi tersebut berlangsung pada hari Senin, sebagaimana dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Karoline Leavitt.
Proposal tersebut dilaporkan mencakup pembukaan jalur air Selat Hormuz yang krusial sebagai imbalan untuk diskusi selanjutnya mengenai program nuklir Iran. Namun, Gedung Putih belum mendukung rencana tersebut, menyatakan bahwa tuntutan utama Presiden Trump—Selat yang terbuka dan penyerahan uranium yang diperkaya Iran—tidak dapat dinegosiasikan.
Setiap kemajuan diplomatik terkait Selat Hormuz, titik hambatan kritis untuk transit minyak global, dapat secara signifikan memengaruhi harga minyak mentah. Stabilitas pasar bergantung pada jalur bebas kapal tanker, menjadikan negosiasi ini faktor kunci yang harus diperhatikan oleh pasar energi.
Meskipun Gedung Putih mengakui diskusi tersebut, Sekretaris Pers Leavitt menahan diri untuk tidak menyatakan bahwa proposal tersebut sedang dalam pertimbangan aktif. Pengumuman lebih lanjut diharapkan langsung dari Presiden, membuat hasil pembicaraan tidak pasti.
T: Apa proposal baru Iran?
J: Proposal tersebut melibatkan pembukaan Selat Hormuz, dengan diskusi mengenai program nuklir Iran akan menyusul di kemudian hari.
T: Apa tuntutan AS?
J: AS bersikeras pada Selat Hormuz yang terbuka dan agar Iran menyerahkan uranium yang diperkayanya.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait