TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mei 07, 2026
2 min read
3

Imbal hasil obligasi Treasury AS membalikkan kerugian sebelumnya dan naik pada hari Kamis, didorong oleh lonjakan harga minyak. Langkah ini menyusul laporan bahwa Iran menolak rencana AS mengenai Selat Hormuz, sebuah titik hambatan energi global yang penting.
Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun acuan meningkat sebesar 3,2 basis poin menjadi 4,386%, pulih dari level terendah sebelumnya 4,314%. Pergeseran pasar ini terkait dengan berita geopolitik, karena Iran dilaporkan menyatakan tidak akan mengizinkan AS untuk membuka kembali selat tersebut tanpa ganti rugi. Jalur air penting ini biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Berita tersebut secara langsung berdampak pada harga komoditas. Minyak mentah AS mencapai level tertinggi sesi $97,46 sebelum ditutup pada $95,10 per barel. Kenaikan harga minyak seringkali memicu kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya memberikan tekanan ke atas pada imbal hasil Treasury karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi untuk mengimbangi potensi erosi daya beli.
Ketegangan geopolitik yang kembali muncul telah memperkenalkan volatilitas signifikan ke pasar energi dan obligasi. Investor kini memantau dengan cermat perkembangan lebih lanjut di Timur Tengah, karena gangguan berkelanjutan terhadap Selat Hormuz dapat memiliki implikasi luas terhadap inflasi global dan kebijakan bank sentral.
T: Mengapa imbal hasil Treasury meningkat ketika harga minyak naik?
J: Harga minyak yang lebih tinggi dapat menyebabkan peningkatan ekspektasi inflasi. Akibatnya, investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi pada obligasi pemerintah untuk mengkompensasi penurunan nilai pengembalian di masa depan karena inflasi.
T: Apa pentingnya Selat Hormuz?
J: Ini adalah titik hambatan maritim vital untuk energi global, dengan sekitar 20% minyak dunia dan gas alam cair melewatinya dalam kondisi normal, menjadikannya krusial untuk stabilitas pasar.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait