TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mei 05, 2026
2 min read
2

Para eksekutif puncak dari tujuh perusahaan teknologi terkemuka Eropa, termasuk ASML, SAP, dan Siemens, secara terbuka mendesak Uni Eropa untuk mengurangi dan menyederhanakan regulasi kecerdasan buatannya. Pernyataan bersama mereka berpendapat bahwa kerangka kerja saat ini menghambat kemampuan benua tersebut untuk bersaing di skala global.
Seruan ini bertepatan dengan Uni Eropa melanjutkan pembicaraan untuk menyederhanakan Undang-Undang AI 2024. Komisi Eropa juga bersiap untuk mempresentasikan 'Paket Kedaulatan Teknologi' pada 27 Mei. Para CEO menyatakan keprihatinan bahwa sementara wilayah lain berfokus pada peningkatan skala AI dalam robotika dan sistem fisik, Eropa masih terjerat dalam perdebatan regulasi, lebih dari tiga tahun setelah 'momen ChatGPT'.
Para pemimpin bisnis menyoroti tantangan signifikan, termasuk pasar yang terfragmentasi dan persaingan dari pesaing asing yang disubsidi dengan penetrasi pasar Uni Eropa yang kuat. Opini tersebut juga menyerukan kebijakan industri yang lebih kuat dan aturan M&A yang direvisi untuk memungkinkan juara Eropa tumbuh dan mencapai skala yang diperlukan.
Tindakan kolektif dari para CEO ASML, Airbus, Ericsson, Mistral AI, Nokia, SAP, dan Siemens menandakan titik krusial bagi strategi industri Eropa. Seruan untuk reformasi kebijakan, yang dibuat setelah pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, bertujuan untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing sektor teknologi blok tersebut.
T: Perusahaan besar mana saja yang menuntut perubahan pada aturan AI?
J: Seruan tersebut ditandatangani oleh para CEO ASML, Airbus, Ericsson, Mistral AI, Nokia, SAP, dan Siemens.
T: Apa kekhawatiran utama yang diangkat oleh para pemimpin teknologi?
J: Kekhawatiran utama mereka adalah bahwa Eropa terlalu sibuk memperdebatkan regulasi sementara kekuatan global lainnya secara aktif mengimplementasikan dan meningkatkan skala teknologi AI, menciptakan kerugian kompetitif.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait