TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ก.พ. 03, 2026
2 min read
3

Perusahaan konsultan global, termasuk KPMG dan EY, mengadopsi strategi kompleks untuk melanjutkan operasi di Tiongkok di tengah pengetatan sanksi Barat dan undang-undang keamanan data Beijing. Laporan menunjukkan bahwa cabang KPMG Tiongkok mengerjakan proyek senilai lebih dari $400.000 untuk pemberi pinjaman Rusia yang terkena sanksi, Sberbank, sementara staf EY menggunakan perantara lokal untuk mengajukan penawaran kepada klien milik negara, menguji batas-batas kepatuhan internasional.
Manuver-manuver ini menyoroti lingkungan yang menantang bagi perusahaan multinasional di Tiongkok. Mereka menghadapi tekanan dari rezim sanksi Barat, yang membawa risiko denda signifikan, dan regulasi Tiongkok yang dirancang untuk membatasi keterlibatan asing di sektor-sektor sensitif. Perlambatan ekonomi Tiongkok semakin memperumit keputusan bisnis, memaksa perusahaan untuk menyeimbangkan risiko dengan peluang pasar.
Pakar hukum memperingatkan bahwa terlibat dengan entitas yang terkena sanksi, bahkan secara tidak langsung, menimbulkan risiko regulasi dan reputasi yang substansial. Pelanggaran sanksi sekunder dapat menyebabkan denda berat dari otoritas AS. Solusi-solusi ini, seperti menggunakan perantara pihak ketiga, adalah respons langsung terhadap pasar yang menyusut tetapi menempatkan perusahaan di bawah pengawasan ketat dari regulator global.
Raksasa konsultan berjalan di garis tipis, menggunakan strategi berisiko untuk mengamankan bisnis di pasar Tiongkok yang kompleks. Meskipun metode-metode ini memberikan akses jangka pendek ke proyek, mereka meningkatkan paparan terhadap dampak hukum dan potensi sanksi, menciptakan masa depan yang tidak pasti bagi operasi mereka di wilayah tersebut.
T: Perusahaan mana saja yang disebutkan menggunakan solusi di Tiongkok?
J: Laporan tersebut menyoroti KPMG Tiongkok, Bain & Co, dan EY karena menggunakan berbagai strategi, termasuk terlibat dengan entitas yang terkena sanksi dan menggunakan perantara.
T: Apa saja risiko utama yang dihadapi perusahaan-perusahaan ini?
J: Mereka menghadapi risiko regulasi yang signifikan, termasuk potensi pelanggaran sanksi sekunder AS, denda besar, dan kerusakan reputasi global mereka.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait