TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 03, 2026
2 min read
41

Kapal-kapal dari Oman, Prancis, dan Jepang telah berhasil melintasi Selat Hormuz, menandakan perubahan kebijakan Iran setelah blokade. Data pengiriman mengonfirmasi bahwa tiga kapal tanker yang dioperasikan Oman, sebuah kapal kontainer milik Prancis, dan sebuah kapal pengangkut gas milik Jepang telah melewati jalur air krusial ini sejak Kamis.
Iran memulai penutupan selat tersebut, jalur untuk sekitar seperlima aliran minyak dan LNG global, setelah serangan militer dari AS dan Israel. Kebijakan tersebut kemudian diubah untuk mengizinkan kapal-kapal yang tidak memiliki afiliasi dengan AS atau Israel untuk melintas. Kapal-kapal telah menggunakan taktik seperti mengubah tujuan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) mereka untuk menyatakan kebangsaan mereka, seperti "Owner France," atau menonaktifkan sementara transponder mereka selama penyeberangan.
Kembalinya lalu lintas terbatas sedang dipantau ketat oleh pasar minyak dan komoditas untuk mencari tanda-tanda stabilisasi rantai pasokan. Lewatnya Sohar LNG, yang dimiliki bersama oleh Mitsui O.S.K. Lines Jepang, menandai transit pertama oleh kapal yang terkait dengan Jepang dan kapal pengangkut LNG pertama sejak konflik dimulai. Meskipun penyeberangan ini berhasil, Kementerian Transportasi Jepang melaporkan bahwa sekitar 45 kapal yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Jepang masih terdampar di wilayah tersebut.
Meskipun lintasan baru-baru ini merupakan perkembangan positif untuk meredakan ketegangan maritim, situasi tetap bergejolak. Kebijakan Iran tentang izin selektif berarti risiko dan ketidakpastian yang signifikan tetap ada bagi pelayaran global. Stabilitas aliran energi melalui Selat Hormuz akan terus sangat bergantung pada negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung dan upaya de-eskalasi regional.
Q: Mengapa Iran awalnya menutup Selat Hormuz?
A: Iran menutup selat tersebut sebagai tanggapan atas serangan udara AS dan Israel, yang menyebabkan konflik regional meluas.
Q: Apa pentingnya strategis Selat Hormuz?
A: Ini adalah titik hambatan global yang vital, dengan sekitar 20% dari total konsumsi minyak dan LNG dunia melewatinya.
Q: Apakah semua kapal sekarang diizinkan melewati selat tersebut?
A: Tidak, Iran secara selektif mengizinkan lintasan hanya untuk kapal-kapal yang dianggap tidak memiliki kaitan dengan AS atau Israel.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.