Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.
TrustFinance
Jun 25, 2026
14 min read
1

Di dunia trading Forex dan pasar keuangan global, banyak investor sering menghadapi situasi yang membuat frustrasi. Misalkan Anda berencana untuk trading pasangan EUR/USD sebelum pengumuman Non-Farm Payrolls (NFP) AS. Anda dengan ketat menetapkan Stop Loss pada 10 pip, tetapi segera setelah berita dirilis, spread melonjak dari level normal 0,8 pip menjadi 18 pip yang mengejutkan dalam sepersekian detik, menyebabkan Stop Loss Anda terpicu secara instan. Lebih buruk lagi, order Anda dieksekusi pada harga yang 5 pip atau lebih buruk dari yang Anda tetapkan.
Banyak orang langsung bertanya: Apakah ini kesalahan sistem, ataukah ini upaya sengaja oleh broker untuk mengambil keuntungan dari investor?
Kenyataannya, kejadian-kejadian ini bukanlah kesalahan sistem maupun kesalahan broker yang transparan. Sebaliknya, ini merepresentasikan "realitas likuiditas pasar" yang tercermin melalui mekanisme operasional institusi keuangan global. Artikel ini akan membawa Anda menyelami akar penyebab Pelebaran Spread dan Slippage, sekaligus memberikan panduan profesional dan strategi agar Anda dapat menerapkannya secara efektif dan mengelola risiko Anda.
Sebelum memahami volatilitas selama peristiwa berita, kita harus terlebih dahulu memahami struktur harga fundamental di pasar Forex. Dalam setiap perdagangan, selalu ada dua harga: Bid (harga beli) dan Ask (harga jual). Spread adalah selisih antara harga Bid dan Ask, yang bertindak sebagai "Biaya Transaksi" yang timbul dalam setiap order yang Anda kirim ke pasar.
Broker standar kelas dunia menggunakan sistem floating spread (spread variabel), yang mencerminkan kondisi pasar real-time tanpa struktur harga yang tidak jelas atau biaya tersembunyi yang seringkali menjadi titik buta utama penyebab investor kehilangan kepercayaan. Fakta bahwa spread menyesuaikan diri sesuai mekanisme pasar adalah cerminan transparansi, bukan pengaturan tetap yang seringkali mencakup biaya markup tambahan, serta penolakan order dan requote. Lihat Selengkapnya

Pelebaran spread yang cepat bukanlah kebetulan; ini adalah reaksi berantai dari institusi keuangan penggerak pasar dan penyedia likuiditas melalui 4 mekanisme utama sebagai berikut:
1. Penarikan Likuiditas
Ketika peristiwa besar akan terjadi, seperti pengumuman suku bunga oleh bank sentral (ECB, FED), institusi keuangan besar akan menarik order tertunda mereka dari pasar karena mereka khawatir order mereka akan cocok dengan arah yang berlawanan dari berita. Hasilnya adalah kedalaman pasar menjadi sangat tipis, menciptakan celah besar antara harga Bid dan Ask.
2. Penyesuaian Harga Cepat oleh Algoritma
Dalam sepersekian detik ketika berita ekonomi dirilis, algoritma trading frekuensi tinggi dari berbagai institusi akan secara bersamaan memproses dan menemukan harga keseimbangan baru. Hanya dalam milidetik, broker ritel tidak dapat mencocokkan order pada harga asli tepat waktu, memaksa mereka untuk mencocokkan pada harga berikutnya yang tersedia di pasar, yang mengarah pada fenomena pelebaran spread.
3. Manajemen Risiko Institusional
Dalam beberapa kasus di mana pasar mengalami volatilitas parah, broker yang bertindak sebagai perantara mungkin perlu mengelola risiko untuk menangani situasi yang tidak pasti. Oleh karena itu, mereka mungkin melebarkan rentang spread untuk mencerminkan risiko likuiditas yang berkurang. Namun, bagi sebagian besar broker ECN/STP, pelebaran spread diteruskan langsung dari penyedia likuiditas tingkat atas.
4. Transisi Sesi (Rollover Gap)
Periode lain yang sering diabaikan trader adalah periode Rollover (sekitar pukul 04:00-05:00 pagi waktu Thailand), yaitu saat pasar New York tutup dan pasar Asia baru saja dibuka. Likuiditas selama waktu ini berada pada titik terendah dalam sehari, menyebabkan spread yang lebar yang merupakan pola normal yang terjadi setiap hari, bahkan tanpa berita ekonomi besar.
Meskipun kedua istilah ini sering disebut bersamaan, makna dan dampaknya sangat berbeda. Mampu membedakan keduanya adalah ciri khas seorang trader profesional.
Banyak trader sering menganggap slippage sebagai hal negatif yang selalu menghasilkan harga yang lebih buruk. Kenyataannya, jika Anda mengirim order trading saat harga bergerak cepat menguntungkan arah Anda, Anda mungkin menerima Positive Slippage, yang berarti order Anda dicocokkan pada "harga yang lebih baik" dari yang Anda tetapkan. Ini membuktikan bahwa sistem bekerja secara adil dan transparan, bukan hanya dimanipulasi untuk menghabiskan margin trader ritel.
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah percaya bahwa "Stop Loss akan 100% melindungi modal Anda dalam semua situasi." Dalam realitas pasar Antarbank, tidak ada yang namanya "Stop Loss Terjamin" selama pasar mengalami lonjakan harga (gap).
Selain itu, terjadinya Slippage juga terkait dengan batasan akun. Beberapa broker mungkin tidak mengizinkan penggunaan strategi tertentu atau memberlakukan kondisi terbatas selama peristiwa berita, menciptakan kesulitan bagi investor.
Ketika kita tidak dapat mengendalikan volatilitas pasar, satu-satunya hal yang dapat kita pilih adalah "alat" dan "platform" kita. Memilih broker standar kelas dunia yang sangat andal adalah faktor yang tidak dapat diabaikan.
Fitur-fitur yang biasanya dicari oleh trader tingkat internasional pada broker meliputi:
Pilihan jenis akun juga penting. Misalnya, jenis akun Ultra Low yang dirancang untuk menekan spread sesempit mungkin adalah pilihan ideal bagi mereka yang ingin melakukan scalping atau trading di pasar yang sangat volatil.

Karena kita tahu fenomena ini secara teknis tidak dapat dihindari, berikut adalah 6 strategi tingkat profesional untuk membantu Anda bertahan dan menjaga portofolio investasi Anda tetap aman:
1. Manfaatkan Kalender Ekonomi
Trader profesional tidak trading secara membabi buta; mereka selalu memeriksa kalender ekonomi terlebih dahulu untuk melihat kapan ada peristiwa berita Berdampak Tinggi (Merah), Berdampak Sedang (Oranye), atau Berdampak Rendah (Kuning). Peristiwa penting yang harus diwaspadai meliputi NFP (Jumat pertama setiap bulan), pengumuman suku bunga FOMC (sekitar 6 kali setahun), CPI (tingkat inflasi), dan angka PDB. Oleh karena itu, jika Anda bukan news trader, menutup posisi Anda 15 menit sebelum rilis berita adalah pilihan teraman.
2. Lebarkan Stop Loss Anda
Jika Anda memutuskan untuk mempertahankan posisi selama rilis data, menetapkan Stop Loss yang ketat (seperti 10-15 pip) sangat berbahaya. Pelebaran spread atau lonjakan mendadak dapat memicu Stop Loss Anda sebelum pasar bergerak sesuai arah yang Anda prediksi. Oleh karena itu, lebarkan Stop Loss Anda untuk bertindak sebagai bantalan terhadap volatilitas, dan kompensasi peningkatan risiko dengan mengurangi Ukuran Lot Anda.
3. Pahami Limit Order vs. Market Order
Selama periode illikuiditas, mengirimkan Market Order berarti Anda menerima harga apa pun yang diberikan pasar, berisiko tinggi mengalami Negative Slippage. Menggunakan Limit Order, seperti Buy Limit atau Sell Limit, memiliki peluang lebih baik untuk mengurangi dampak slippage karena kondisi order adalah harus dieksekusi pada harga yang ditentukan atau lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa order mungkin "tidak dieksekusi" sama sekali jika harga pembukaan melampaui titik yang Anda tetapkan.
4. Strategi Fade the Spike (Aturan 2-3 Menit)
Daripada langsung masuk untuk trading di tengah badai harga yang volatil, tunggulah sampai badai mereda. Ketika berita dirilis, "pasar hampir selalu bereaksi berlebihan pada awalnya" (Market Overreaction). Oleh karena itu, atur waktu 2-3 menit untuk menunggu algoritma institusional selesai mengeksekusi dan likuiditas kembali ke Order Book. Setelah spread mulai menyempit kembali normal, barulah cari titik masuk berdasarkan Price Action yang sebenarnya.
5. Trading Selama Sesi Likuiditas Puncak
Jika strategi Anda tidak memerlukan volatilitas ekstrem, pilihlah untuk trading selama tumpang tindih pasar utama, yaitu sesi London-NY (sekitar pukul 19:00 - 23:00 waktu Thailand). Periode ini melihat volume trading tertinggi, menghasilkan spread tersempit dan mengurangi kemungkinan slippage yang tidak wajar.
6. Pilih Broker dan Jenis Akun yang Tepat untuk Strategi Anda
Trading berita bukan hanya tentang waktu; ini juga tentang alat Anda. Jika Anda tahu Anda adalah trader yang sering atau lebih suka trading selama peristiwa berita, memilih akun dengan spread rendah, seperti akun Ultra Low dari broker tingkat atas tanpa komisi tersembunyi, akan secara signifikan mengurangi biaya Anda dalam jangka panjang.
Apakah pelebaran spread selama berita adalah kesalahan broker?
Jawaban: Tidak, itu bukan kesalahan broker (untuk broker yang merutekan order ke pasar riil). Ini adalah fenomena mekanisme pasar di mana institusi keuangan dan penyedia likuiditas menarik order mereka untuk mengurangi risiko, menghasilkan celah yang lebih lebar antara harga beli dan jual.
Apakah slippage terjadi pada setiap order?
Jawaban: Tidak. Slippage sebagian besar terjadi selama periode volatilitas pasar yang tinggi, seperti rilis data ekonomi, volume trading rendah, atau selama akhir pekan. Dalam kondisi pasar normal, broker berkualitas tinggi akan dapat mengeksekusi order Anda tepat pada harga yang Anda inginkan hampir 100% setiap saat.
Selama pengumuman NFP, seberapa lebar spread untuk pasangan mata uang utama seperti EUR/USD bisa terjadi?
Jawaban: Tergantung pada kondisi pasar bulan tertentu dan broker yang Anda gunakan. Biasanya, spread dapat melebar dari di bawah 1 pip hingga level 5 – 25 pip atau lebih dalam sepersekian detik.
Apa itu Positive Slippage, dan apakah itu benar-benar ada?
Jawaban: Itu benar-benar ada! Positive Slippage terjadi ketika order trading Anda dicocokkan pada harga yang "lebih baik" dari yang Anda tetapkan. Misalnya, jika Anda menempatkan Buy Limit di 1.1000, tetapi harga pasar turun dengan cepat dan melewati titik yang Anda tetapkan, sistem mungkin dapat mengisi order Anda di 1.0995, yang berarti Anda mendapatkan biaya masuk yang 5 pip lebih murah.
Apa cara terbaik untuk menghindari slippage berita ekstrem?
Jawaban: Cara paling mudah dan aman adalah "flatting the book", atau menghindari membuka order baru 15-30 menit sebelum pengumuman berita besar. Tunggu pasar tenang terlebih dahulu, lalu cari peluang untuk trading mengikuti tren lagi.
Akhirnya, memahami perbedaan antara spread dan slippage, termasuk mekanisme dasar yang menyebabkannya selama berita berdampak tinggi, adalah langkah pertama dalam transisi dari "amatir" menjadi "profesional." Lonjakan harga yang tidak menentu bukanlah cacat dalam sistem trading; ini adalah reaksi normal dari pasar keuangan yang menangani volume trading triliunan dolar setiap hari.
Memahami mengapa 'pelebaran spread' terjadi selama berita dan penyebab seringnya slippage akan membantu Anda mempertajam strategi manajemen risiko Anda—baik itu melebarkan jarak Stop Loss Anda, mengurangi ukuran posisi, atau bahkan memilih untuk tidak ikut serta saat badai melanda.
Di atas segalanya, platform investasi dan mitra keuangan Anda adalah garis pertahanan pertama yang krusial. Memilih broker yang transparan, bebas biaya tersembunyi, teregulasi dengan baik, dan dilengkapi dengan perlindungan saldo negatif adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan oleh investor cerdas.
Jika Anda mencari lingkungan trading yang efisien dengan spread rendah yang dapat menangani volatilitas secara stabil, pertimbangkan untuk meneliti dan membuka akun trading dengan XM, salah satu broker dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dan rekam jejak mendukung lebih dari 13,5 miliar transaksi.
Buka akun dengan XM hari ini untuk meraih kesempatan mendapatkan lebih banyak dengan layanan pemenang penghargaan dari institusi terkemuka di seluruh dunia. XM Indonesia menawarkan pilihan lebih dari 1.400 instrumen dan 10 platform trading kaya fitur, termasuk aplikasi XM untuk iOS dan Android serta platform MT4 dan MT5 yang populer. Bergabunglah dengan 20 juta klien yang mempercayai XM, Broker Kelas Dunia All-in-One yang teregulasi. Nikmati penarikan yang diproses dalam waktu 24 jam dan tetap terinformasi dengan mengikuti XM di Facebook, Instagram, dan TikTok. Kunjungi situs web mereka untuk informasi lebih lanjut.
Peringatan risiko: Layanan kami melibatkan risiko signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. *S&K berlaku.
TrustFinance
TrustFinance helps financial companies build credibility and traders make safer choices through verified profiles, authentic reviews, and research-driven insights.