TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 27, 2026
2 min read
35

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Amerika Serikat berupaya mengambil kendali atas pipa gas Nord Stream, yang rusak akibat ledakan pada September 2022. Lavrov menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara, meskipun ia tidak memberikan rincian spesifik untuk mendukung klaim tersebut.
Pipa Nord Stream, yang dirancang untuk mengangkut gas Rusia ke Eropa, sebagian besar tidak dapat beroperasi karena sabotase. Insiden tersebut secara signifikan mengganggu rantai pasokan energi Eropa, meskipun Rusia telah mengurangi pengiriman. Investigasi terhadap ledakan tersebut masih berlangsung. Tuduhan baru ini menyusul laporan tahun 2024 bahwa seorang investor Amerika tertarik untuk membeli jalur Nord Stream 2 yang masih utuh.
Pernyataan Lavrov menambah ketegangan geopolitik seputar keamanan energi Eropa. Meskipun pipa-pipa tersebut saat ini tidak beroperasi, status masa depannya tetap menjadi titik kepentingan strategis. Setiap perubahan kendali dapat memengaruhi dinamika pasar energi jangka panjang antara Rusia dan Eropa, bahkan saat benua tersebut mendiversifikasi sumber energinya.
Tuduhan dari Moskow menunjukkan gesekan berkelanjutan atas infrastruktur energi yang krusial. Pengamat pasar akan memantau setiap tanggapan resmi dari Washington dan perkembangan lebih lanjut mengenai investigasi atau potensi penjualan aset pipa. Situasi ini menggarisbawahi persaingan strategis di sektor energi global.
T: Bagaimana status terkini pipa Nord Stream?
J: Pipa-pipa tersebut rusak parah akibat ledakan pada tahun 2022 dan saat ini tidak mengangkut gas ke Eropa. Salah satu jalur pipa Nord Stream 2 dilaporkan masih utuh.
T: Siapa yang diklaim Rusia berada di balik upaya pengambilalihan kendali?
J: Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov secara langsung menuduh Amerika Serikat ingin mengambil alih pipa-pipa tersebut untuk mendominasi pasar energi global.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait