Investor Ritel Mendorong Perak menjadi Perdagangan Terpadat dalam Sejarah

User profile image

TrustFinance Global Insights

ม.ค. 15, 2026

2 min read

2

Investor Ritel Mendorong Perak menjadi Perdagangan Terpadat dalam Sejarah

Arus Masuk Rekor Menjadikan Perak Komoditas Paling Ramai

Investor ritel telah menyalurkan lebih dari $921,8 juta ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung perak dalam 30 hari terakhir. Arus masuk rekor ini telah menjadikan perak sebagai perdagangan komoditas paling ramai di pasar, menurut laporan dari Vanda Research.

Aktivitas Pasar yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

iShares Silver Trust, sebuah ETF populer, mencatat arus masuk ritel sebesar $69,2 juta dalam satu hari, pembelian harian terbesar kedua sejak ledakan spekulatif tahun 2021. Akibatnya, harga perak melonjak ke level tertinggi baru, dengan logam tersebut diperdagangkan pada $91,90 per ons. Indeks MSCI ACWI Select Silver Miners juga telah melonjak sekitar 225% selama 12 bulan terakhir, mencerminkan kekuatan luas di sektor ini.

Analisis dan Prospek Ekonomi

Tidak seperti reli yang didorong meme pada tahun 2021, analis menyarankan bahwa minat saat ini adalah 'akumulasi struktural'. Vanda Research mencatat bahwa perak kini diperlakukan sebagai 'aset perdagangan makro inti' daripada sekadar spekulatif. Hal ini didukung oleh aktivitas ritel yang signifikan di dana perak jangka panjang dan jangka pendek, menunjukkan strategi perdagangan yang lebih canggih. Namun, beberapa pakar pasar tetap waspada terhadap kenaikan harga yang cepat.

Ringkasan

Meskipun faktor fundamental tampaknya mendukung reli perak saat ini, statusnya sebagai perdagangan yang ramai meningkatkan risiko volatilitas. Investor memantau dengan cermat tanda-tanda pembalikan pasar karena posisi institusional dan ritel mencapai level ekstrem.

FAQ

T: Apa yang membuat reli perak saat ini berbeda dari tahun 2021?
J: Analis melihat reli ini sebagai 'akumulasi struktural' berdasarkan faktor makroekonomi, bukan hanya spekulasi saham meme seperti yang terlihat pada tahun 2021.

T: Apa itu 'crowded trade'?
J: 'Crowded trade' terjadi ketika sejumlah besar investor memegang posisi yang sama dalam suatu aset, meningkatkan risiko pembalikan harga yang tajam jika banyak yang memutuskan untuk menjual sekaligus.

Sumber: Investing.com

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.