TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 20, 2026
2 min read
12

Pound Inggris melemah terhadap dolar pada hari Jumat seiring kenaikan harga minyak, namun tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan yang signifikan. Sterling terakhir turun 0,4% pada $1,3376 tetapi mencatat kenaikan 1,2% untuk minggu ini, didukung oleh pergeseran kebijakan hawkish dari Bank of England.
Bank of England (BoE) dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan biaya pinjaman, menandakan bahwa mereka "siap bertindak" terhadap risiko dari konflik Timur Tengah. Hal ini mendorong pasar uang untuk secara agresif memperkirakan pengetatan sebesar 80 basis poin tahun ini, sebuah pembalikan tajam dari ekspektasi sebelum konflik mengenai potensi penurunan suku bunga.
Kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, memberikan dukungan bagi dolar AS, yang diuntungkan dari statusnya sebagai aset safe-haven dan posisi AS sebagai eksportir energi bersih. Hal ini pada gilirannya membebani pound. Meskipun Inggris kurang terpapar biaya energi dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya, negara ini tetap sensitif terhadap kenaikan harga. Terhadap euro, pound relatif stabil, diperdagangkan pada 86,34 pence.
Lintasan pound saat ini dibentuk oleh dua kekuatan yang berlawanan. Tekad BoE untuk mengendalikan inflasi melalui potensi kenaikan suku bunga memberikan dukungan kuat, sementara kenaikan harga energi global dan dolar yang kuat menghadirkan hambatan yang signifikan.
T: Mengapa pound Inggris diperkirakan akan mengalami kenaikan mingguan?
J: Kenaikan mingguan ini terutama disebabkan oleh sikap hawkish Bank of England, yang telah membuat investor memperkirakan setidaknya tiga kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini.
T: Faktor-faktor apa yang menyebabkan pound melemah setiap hari?
J: Pound menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak global, yang cenderung memperkuat dolar AS dan berdampak negatif pada ekonomi pengimpor energi seperti Inggris.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait