Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
5월 14, 2026
2 min read
21

Para pemimpin dari tiga sistem dana pensiun publik terbesar di AS, yang secara kolektif mengelola aset lebih dari $1 triliun, secara resmi menolak struktur tata kelola yang diusulkan untuk Penawaran Umum Perdana (IPO) SpaceX yang diantisipasi. Mereka mengutip kekhawatiran besar atas perlindungan pemegang saham.
Dalam surat yang ditujukan kepada CEO Elon Musk, para pejabat dari Sistem Pensiun Pegawai Negeri New York State, New York City, dan California mengkritik apa yang mereka sebut sebagai pengaturan kepemilikan yang "ekstrem". Keberatan utama meliputi saham super-voting Musk, hak veto atas pemecatannya sendiri, dan klausul arbitrase wajib yang membatasi opsi litigasi pemegang saham.
Penolakan dari investor institusional besar ini menimbulkan pertanyaan tata kelola yang signifikan menjelang IPO bersejarah, yang menargetkan valuasi $1,75 triliun. Perselisihan ini dapat menjadi preseden untuk tata kelola perusahaan dalam pencatatan saham teknologi besar dan dapat memengaruhi rencana SpaceX untuk dimasukkan dalam indeks saham utama seperti Nasdaq 100.
Para pemimpin dana pensiun mendesak SpaceX untuk mengadopsi struktur satu saham, satu suara dan membentuk dewan yang mayoritas independen. Mereka telah meminta pertemuan dengan Musk untuk membahas kekhawatiran mereka, menandakan bahwa komunitas investasi akan memantau dengan cermat tanggapan SpaceX dan komitmennya terhadap hak-hak pemegang saham.
T: Dana pensiun mana saja yang terlibat?
J: Pengawas Keuangan Negara Bagian New York, Pengawas Keuangan Kota New York, dan Sistem Pensiun Pegawai Negeri California (CalPERS).
T: Apa kekhawatiran utama terkait IPO SpaceX?
J: Kekhawatiran utama adalah struktur tata kelola yang diusulkan yang memberikan kendali berlebihan kepada pendiri Elon Musk, mengurangi hak dan perlindungan standar pemegang saham.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.