TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 23, 2026
2 min read
2

Indeks Oslo OBX mengakhiri sesi perdagangan Jumat dengan catatan positif, mencatat kenaikan sebesar 0,52%. Pergerakan naik ini sebagian besar didorong oleh kinerja kuat di sektor-sektor kunci tertentu, mencerminkan sentimen bullish di kalangan investor untuk industri tertentu.
Pendorong utama di balik kenaikan pasar adalah sektor Peralatan & Layanan Kesehatan, Bioteknologi Farmasi & Ilmu Hayati, dan Utilitas. Secara keseluruhan, breadth pasar positif, dengan saham yang menguat di Bursa Efek Oslo melebihi saham yang melemah dengan rasio 156 berbanding 97, sementara 32 saham tidak berubah.
Di antara saham-saham berkinerja menonjol, Nel ASA (NEL) melonjak 4,26%, sementara Subsea 7 SA (SUBC) naik 4,23%, mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa. Di sisi lain, SalMar ASA (SALM) mengalami penurunan paling signifikan, jatuh 4,61%. Di pasar komoditas yang lebih luas, harga minyak mentah dan Brent keduanya mencatat kenaikan, memberikan latar belakang yang menguntungkan bagi saham-saham terkait energi.
Penutupan positif untuk Oslo OBX, didukung oleh kekuatan sektor-spesifik dan kenaikan harga komoditas, menunjukkan prospek yang optimis namun hati-hati. Pelaku pasar akan memantau apakah momentum ini dapat dipertahankan dalam sesi perdagangan mendatang.
T: Sektor mana saja yang mendorong kenaikan Oslo OBX?
J: Pendorong utamanya adalah sektor Peralatan & Layanan Kesehatan, Bioteknologi Farmasi & Ilmu Hayati, dan Utilitas.
T: Apakah ada pencapaian saham yang signifikan?
J: Ya, Subsea 7 SA (SUBC) mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, sementara Yara International ASA (YAR) naik ke level tertinggi dalam 52 minggu.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait