Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Agt 28, 2026
2 min read
7

Harga minyak mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut untuk minyak mentah Brent dan WTI, menurun di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran dan sanksi baru. Ketidakpastian geopolitik global juga berkontribusi terhadap tekanan pasar.
Pada hari Jumat, minyak mentah Brent turun 0,3% menjadi $89,45 per barel, sementara minyak mentah WTI turun 0,3% menjadi $83,31. Kedua patokan menghadapi kerugian mingguan yang signifikan, dengan Brent turun 5,3% dan WTI turun 4,3%. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh laporan ketidakminatan Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali persyaratan kesepakatan sebelumnya dengan Iran.
Pemerintahan Trump baru-baru ini memberlakukan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran, yang oleh Teheran disebut sebagai "tindakan tidak manusiawi dan bermusuhan." Hal ini, ditambah dengan peringatan Moskow tentang potensi serangan terhadap target Inggris, meningkatkan volatilitas pasar. Meskipun kekhawatiran pasokan tetap ada, kelemahan permintaan yang lebih luas dan ketidakstabilan politik tetap menjadi pendorong utama.
Masa depan pasar minyak segera bergantung pada keseimbangan antara risiko pasokan terkait Iran dan permintaan global. Perkembangan geopolitik, terutama yang berkaitan dengan hubungan AS-Iran dan konflik regional, akan menjadi sangat penting.
FAQ
T: Mengapa harga minyak menurun setiap minggu?
J: Laporan ketidakminatan Presiden Trump terhadap persyaratan kesepakatan Iran dan sanksi baru AS adalah faktor-faktor utama.
T: Berapa banyak minyak mentah Brent dan WTI telah turun minggu ini?
J: Brent turun 5,3%, dan WTI telah turun 4,3% minggu ini.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.