TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 03, 2026
2 min read
29

Harga minyak melanjutkan tren kenaikannya selama tiga hari berturut-turut, didorong oleh eskalasi konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Ketegangan geopolitik yang meningkat telah mengintensifkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang signifikan dari Timur Tengah.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,4% menjadi $78,83 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1% menjadi $71,97 per barel, mencerminkan kecemasan pasar yang segera.
Kekhawatiran utama berpusat pada Selat Hormuz, titik hambatan kritis bagi energi global. Sekitar seperlima dari permintaan minyak global melewati jalur air ini setiap hari.
Laporan menunjukkan bahwa Iran secara efektif telah menutup selat tersebut dan menargetkan infrastruktur energi, termasuk kapal tanker bahan bakar. Tindakan ini telah menyebabkan perusahaan asuransi membatalkan pertanggungan untuk kapal, semakin mempersempit lalu lintas maritim.
Analis mengantisipasi bahwa harga minyak akan tetap tinggi seiring berjalannya konflik. Perusahaan investasi Bernstein telah menaikkan perkiraan harga minyak Brent 2026 dari $65 menjadi $80 per barel, memproyeksikan potensi lonjakan menjadi $120-$150 dalam skenario konflik yang berkepanjangan.
Dampak tersebut meluas ke produk olahan, dengan harga berjangka diesel dan bensin AS juga naik setelah serangan drone memaksa penutupan kilang minyak utama Arab Saudi.
Fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Potensi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz menunjukkan volatilitas harga yang berkelanjutan dan risiko kenaikan yang signifikan bagi pasar energi global dalam waktu dekat.
T: Mengapa harga minyak naik?
J: Harga naik karena meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan dari eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran, terutama terkait Selat Hormuz.
T: Apa pentingnya Selat Hormuz?
J: Ini adalah titik hambatan maritim kritis tempat sekitar seperlima dari permintaan minyak global dan 20% gas alam cair melewati setiap hari.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait