TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 12, 2026
2 min read
21

Pasar saham Asia jatuh pada hari Kamis karena harga minyak melonjak menyusul laporan serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Eskalasi ini memicu kekhawatiran inflasi global dan mendorong biaya pinjaman lebih tinggi.
Harga berjangka minyak mentah Brent melonjak 7,7% menjadi $99,03 per barel, dan minyak mentah AS naik 7,5% menjadi $93,80. Ini terjadi meskipun ada rencana oleh Badan Energi Internasional untuk melepaskan 400 juta barel dari cadangan strategis.
Sentimen penghindaran risiko terlihat jelas di seluruh pasar global. Indeks saham Asia-Pasifik MSCI di luar Jepang turun 0,8%, sementara Nikkei Jepang, importir minyak utama, anjlok 1,6%.
Kontrak berjangka untuk S&P 500, Nasdaq, dan indeks utama Eropa termasuk DAX dan EUROSTOXX 50 juga menunjukkan penurunan signifikan, mencerminkan kecemasan investor yang meluas.
Kenaikan tajam biaya energi telah mengintensifkan kekhawatiran inflasi yang persisten. Sebagai tanggapan, imbal hasil obligasi naik secara global, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,2472%.
Hal ini mempersulit kebijakan moneter bagi bank sentral seperti Federal Reserve, dengan pasar kini memperkirakan lebih sedikit potensi penurunan suku bunga untuk tahun ini.
Serangan-serangan tersebut telah secara langsung berdampak pada rantai pasokan global dan harga energi, menyebabkan peningkatan volatilitas pasar. Investor beralih ke aset safe-haven seperti dolar AS sambil memantau dengan cermat perkembangan geopolitik lebih lanjut di Timur Tengah.
T: Mengapa harga minyak melonjak tiba-tiba?
J: Harga melonjak karena laporan bahwa Iran menyerang beberapa kapal tanker bahan bakar di Selat Hormuz dan perairan Irak, mengganggu operasi pelabuhan minyak.
T: Bagaimana pasar saham global merespons?
J: Pasar global berubah negatif, dengan indeks utama di Asia dan kontrak berjangka untuk Eropa dan AS jatuh karena kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.
T: Apa kekhawatiran ekonomi yang lebih luas?
J: Kekhawatiran utama adalah bahwa harga energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi, memaksa bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait