TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 26, 2026
2 min read
23

Harga minyak naik tajam dan futures saham AS menurun pada awal perdagangan Asia setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran terhenti selama akhir pekan. Tidak adanya kesepakatan telah mengakibatkan berlanjutnya pemblokiran rute pelayaran utama di Teluk, menciptakan volatilitas pasar yang signifikan.
Futures minyak mentah Brent acuan naik lebih dari 2%, mencapai level tertinggi tiga minggu di $107,97 per barel. Sebaliknya, futures S&P 500 mengalami penurunan moderat sebesar 0,3%, menyusul rekor penutupan tertinggi untuk saham AS pada akhir minggu sebelumnya. Dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang utama.
Pendorong utama lonjakan harga energi adalah kegagalan untuk mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya tetap tertutup. Meskipun gencatan senjata telah menghentikan konflik militer langsung, kebuntuan diplomatik terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa syarat utama untuk setiap kesepakatan adalah Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir.
Investor memantau dengan cermat perkembangan geopolitik antara AS dan Iran. Penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan diperkirakan akan menjaga harga energi tetap tinggi dan dapat menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut di pasar ekuitas dan mata uang global. Langkah-langkah selanjutnya dalam pembicaraan diplomatik akan menjadi faktor penting bagi arah pasar.
T: Mengapa harga minyak naik?
J: Harga naik karena negosiasi AS-Iran yang terhenti telah menyebabkan Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak vital, terblokir.
T: Bagaimana reaksi pasar lain?
J: Futures S&P 500 turun 0,3%, dan dolar AS sedikit menguat terhadap euro dan yen.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait