TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 27, 2026
2 min read
11

Harga minyak mengakhiri minggu yang bergejolak dengan kenaikan signifikan, karena pasar menimbang kekhawatiran gangguan pasokan terhadap potensi pembicaraan damai AS-Iran yang diperbarui. Minyak mentah Brent melonjak sekitar 16% selama seminggu, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 13%, mencerminkan kekhawatiran pasokan yang mendasari.
Pada penutupan perdagangan, harga berjangka minyak mentah Brent ditutup pada $105,33 per barel, dengan harga berjangka WTI AS berakhir pada $94,40. Harga mundur dari level tertinggi sebelumnya menyusul laporan bahwa Iran sedang bersiap untuk melanjutkan negosiasi dengan AS, sebuah perkembangan yang dapat mengurangi tekanan pasokan di pasar global.
Kenaikan harga mingguan terutama didorong oleh risiko geopolitik, terutama yang berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur vital untuk pengiriman minyak global. Setiap gangguan berkepanjangan atau konflik militer di wilayah tersebut dapat mendorong harga menuju level tertinggi baru tahunan, memengaruhi biaya energi dan tekanan inflasi di seluruh dunia.
Para pedagang mengambil sikap hati-hati, mengurangi posisi mereka menjelang akhir pekan yang ditandai oleh ketidakpastian geopolitik. Lintasan pasar dalam beberapa hari mendatang bergantung pada kemajuan upaya diplomatik AS-Iran dan perkembangan terkait jalur maritim melalui Selat Hormuz.
T: Apa pendorong utama volatilitas harga minyak minggu ini?
J: Pendorong utamanya adalah kekhawatiran gangguan pasokan dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berlawanan dengan potensi de-eskalasi melalui pembicaraan damai AS-Iran yang diperbarui.
T: Bagaimana kinerja Brent dan WTI minggu ini?
J: Minyak mentah Brent naik sekitar 16%, ditutup pada $105,33 per barel, sementara WTI naik hampir 13%, ditutup pada $94,40 per barel.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait