TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 23, 2026
2 min read
19

Lembaga keuangan besar merevisi proyeksi harga minyak tahun 2026 mereka ke atas sebagai respons terhadap konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak lebih dari 50% bulan ini, mendorong para analis untuk menyesuaikan pandangan pasar mereka.
Konflik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga minggu ini memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormuz yang krusial. Peringatan Iran tentang potensi serangan terhadap infrastruktur energi regional telah menambah ketidakpastian pasar. Mencerminkan risiko-risiko ini, harga berjangka minyak mentah Brent baru-baru ini diperdagangkan pada $112,18 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di $98,75.
Beberapa bank terkemuka telah mengeluarkan panduan baru. Goldman Sachs menaikkan proyeksi Brent 2026-nya menjadi $85 per barel dari sebelumnya $77. J.P. Morgan memproyeksikan Brent akan rata-rata $100 per barel pada kuartal kedua tahun 2026. Barclays juga secara signifikan menaikkan proyeksinya menjadi $85 dari $65, mencatat bahwa harga bisa mencapai $100 jika gangguan jalur pelayaran berlangsung selama beberapa minggu. Perusahaan lain, termasuk BofA dan Standard Chartered, telah mengikuti dengan revisi kenaikan serupa.
Konsensus di antara para analis menunjukkan bahwa harga minyak kemungkinan akan tetap tinggi selama ketidakstabilan geopolitik terus berlanjut di Timur Tengah. Faktor utama bagi pasar ke depan adalah keamanan transit minyak melalui Selat Hormuz. Gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan lonjakan harga yang lebih parah, dengan beberapa analis menyarankan harga bisa naik menuju $150 per barel dalam skenario terburuk.
Q: Mengapa proyeksi harga minyak dinaikkan?
A: Proyeksi dinaikkan karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang telah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Q: Bank mana saja yang telah mengubah proyeksi 2026 mereka?
A: Bank-bank besar termasuk Goldman Sachs, J.P. Morgan, Barclays, BofA, dan Standard Chartered semuanya telah merevisi proyeksi minyak mentah Brent 2026 mereka ke atas.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait