TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 20, 2026
2 min read
8

CEO Novartis Vas Narasimhan mengumumkan di Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa perusahaan farmasi tersebut berharap dapat terlindungi dari tarif AS yang akan datang pada pertengahan tahun 2026. Strategi ini mengandalkan lokalisasi produksi dan pengelolaan inventaris untuk melayani pasar Amerika langsung dari dalam negeri.
Pengumuman ini muncul saat AS berencana memberlakukan tarif sebesar 10% pada beberapa negara Eropa, yang dijadwalkan meningkat menjadi 25%. Narasimhan menyatakan Novartis telah proaktif dengan berinvestasi dalam rantai pasokan regional, bagian dari investasi manufaktur senilai $23 miliar yang telah diumumkan sebelumnya. Dia juga menyebutkan potensi kesepakatan dengan pemerintah AS yang akan mengecualikan perusahaan dari bea tersebut.
Dengan memproduksi di AS untuk AS, Novartis bertujuan untuk menetralkan dampak finansial dari sengketa perdagangan, meningkatkan stabilitas operasionalnya. Langkah strategis ini membuat perusahaan tahan terhadap perubahan kebijakan di masa depan, memposisikannya lebih baik dibandingkan pesaing yang lebih rentan terhadap volatilitas perdagangan internasional. Perusahaan mengonfirmasi telah memiliki rencana darurat.
Novartis mengambil langkah tegas untuk melindungi operasinya dari ketegangan perdagangan geopolitik. Dengan melokalisasi rantai pasokannya untuk pasar AS, perusahaan bertujuan untuk menjaga operasi dan kinerja keuangan yang stabil, terlepas dari bagaimana kebijakan tarif berkembang.
Q: Bagaimana Novartis berencana menghindari tarif AS?
A: Perusahaan berencana memanfaatkan fasilitas manufaktur berbasis di AS untuk memasok pasar AS, menjaga inventaris yang cukup, dan memanfaatkan potensi kesepakatan dengan pemerintah AS.
Q: Berapa tarif AS yang diusulkan?
A: AS telah mengumumkan rencana tarif 10% pada beberapa negara Eropa, yang akan meningkat menjadi 25%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait