TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 28, 2026
2 min read
17

CEO dana kekayaan negara Norwegia senilai $2,2 triliun, Nicolai Tangen, telah memperingatkan perusahaan agar tidak menggunakan kecerdasan buatan semata-mata untuk memangkas pekerjaan, mengingatkan bahwa strategi semacam itu berisiko memicu reaksi keras dari publik.
Sebagai dana kekayaan negara terbesar di dunia, yang memiliki 1,5% dari seluruh saham terdaftar secara global, perspektifnya memiliki bobot yang signifikan. Peringatan ini muncul saat perusahaan-perusahaan besar AS mengumumkan PHK sambil mengintegrasikan alat AI. Tangen berpendapat bahwa fokus pada produktivitas dan peningkatan pangsa pasar akan mendorong adopsi AI yang lebih cepat dan mudah di dalam perusahaan dan masyarakat.
Tangen menyoroti bahwa Eropa tertinggal dalam teknologi, yang tercermin dalam portofolio dana tersebut. Investasi dana di Eropa telah menurun dari 39% menjadi 24,8% selama dekade terakhir, sebagian karena pertumbuhan besar-besaran perusahaan teknologi AS. Ia menyerukan pendekatan Eropa yang lebih terpadu terhadap pasar modal untuk mendorong inovasi.
CEO tersebut menganjurkan pendekatan "demokrat sosial" terhadap AI, yang bertujuan untuk membuat masyarakat lebih efisien dan mengangkat semua orang daripada menciptakan pengangguran. Ia juga mencatat ketergantungan pada penyedia layanan AS untuk infrastruktur penting, menyatakan perlunya lebih banyak alternatif global untuk memastikan ketahanan.
T: Apa peringatan utama dari CEO dana kekayaan Norwegia tentang AI?
J: Ia memperingatkan bahwa penggunaan AI terutama untuk menghilangkan pekerjaan dapat memicu reaksi balik masyarakat dan menyarankan untuk fokus menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan secara keseluruhan.
T: Mengapa investasi dana di Eropa menurun?
J: Investasi telah menurun sebagian karena perusahaan-perusahaan Eropa belum menandingi pertumbuhan signifikan perusahaan teknologi AS, yang kini mendominasi pangsa yang lebih besar dari portofolio dana tersebut.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait