TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2월 10, 2026
2 min read
11

Pasar saham Norwegia mengakhiri sesi Selasa dengan kerugian tipis, karena indeks acuan Oslo OBX turun 0,07%. Penurunan kecil ini terutama disebabkan oleh kinerja negatif di beberapa sektor utama.
Kerugian di sektor Media, Transportasi, dan Keuangan Diversifikasi menjadi pendorong utama penurunan indeks. Di antara saham dengan kinerja terburuk sesi ini adalah Norwegian Air Shuttle ASA (NAS), yang turun 1,80%, SalMar ASA (SALM), turun 1,77%, dan Aker BP ASA (AKRBP), yang jatuh 1,57%.
Di sisi lain, beberapa perusahaan mencatat kenaikan yang kuat. TGS NOPEC Geophysical Company ASA (TGS) memimpin kenaikan dengan peningkatan 2,44%. Tomra Systems ASA (TOM) naik 2,14%, dan DnB ASA (DNB) naik 1,83%, mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Meskipun indeks mengalami penurunan, breadth pasar positif, dengan 147 saham menguat di Bursa Efek Oslo dibandingkan 108 saham yang melemah. Di pasar mata uang, Krone Norwegia menguat terhadap Euro dan Dolar AS. Pasar komoditas menunjukkan sinyal beragam, dengan harga minyak Brent sedikit lebih tinggi.
Meskipun indeks Oslo OBX mencatat kerugian kecil yang didorong oleh kelemahan sektor tertentu, pasar yang lebih luas menunjukkan ketahanan dengan lebih banyak saham yang menguat daripada yang melemah. Kinerja saham keuangan utama seperti DnB ASA menunjukkan kekuatan mendasar di area tertentu.
T: Indeks saham Norwegia mana yang dilaporkan?
J: Laporan ini berfokus pada indeks Oslo OBX, yang ditutup turun 0,07%.
T: Saham perusahaan mana yang mencapai rekor tertinggi baru?
J: Saham DnB ASA (DNB) naik 1,83% dan diperdagangkan pada rekor tertinggi baru sepanjang masa di 294,50.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait