TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 05, 2026
2 min read
2

Nippon Steel, produsen baja terbesar Jepang, telah memperlebar proyeksi kerugian bersihnya untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret menjadi 70 miliar yen, sekitar $446,12 juta. Ini merupakan peningkatan dari kerugian yang sebelumnya diantisipasi sebesar 60 miliar yen.
Proyeksi yang direvisi ini menyusul kerugian bersih yang dilaporkan sebesar 45 miliar yen untuk sembilan bulan hingga Desember. Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kerugian yang diperkirakan meliputi biaya signifikan terkait akuisisi U.S. Steel senilai $15 miliar oleh perusahaan dan biaya yang terkait dengan divestasi aset baja di Brasil.
Kinerja keuangan ini menandai penurunan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk sembilan bulan yang berakhir pada Desember tahun sebelumnya, Nippon Steel telah membukukan laba bersih sebesar 362,1 miliar yen. Angka-angka saat ini menyoroti dampak keuangan langsung dari investasi strategis besar perusahaan.
Penyesuaian ini menggarisbawahi biaya jangka pendek yang besar dari strategi ekspansi Nippon Steel. Pengamat pasar dan investor akan memantau integrasi U.S. Steel dan bagaimana biaya-biaya ini akan memengaruhi profitabilitas dan posisi pasar perusahaan di masa depan.
P: Mengapa Nippon Steel meningkatkan proyeksi kerugiannya?
J: Peningkatan ini disebabkan oleh biaya dari akuisisi U.S. Steel dan divestasi aset-asetnya di Brasil.
P: Berapa proyeksi kerugian bersih setahun penuh yang baru?
J: Proyeksi yang baru adalah kerugian bersih sebesar 70 miliar yen.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait