TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
5月 08, 2026
2 min read
16

Data terbaru menunjukkan penurunan harga baja India, dengan hot-rolled coil (HRC) dan rebar mengalami penurunan sejak akhir Maret. Namun, analisis dari Morgan Stanley menunjukkan bahwa faktor-faktor pendukung, termasuk bea pemerintah dan siklus pengisian kembali stok, memberikan prospek yang stabil bagi sektor ini.
Menurut Morgan Stanley, harga HRC telah menurun sebesar 4% menjadi Rs57.500 per ton, sementara harga rebar telah turun 7% menjadi Rs48.400 per ton. Meskipun demikian, HRC domestik diperdagangkan dengan diskon 8% terhadap harga paritas impor. Sebaliknya, biaya bahan baku utama telah meningkat, dengan harga bijih besi CFR Tiongkok naik 3% menjadi $112 per ton dan harga batu bara kokas Australia meningkat 4% menjadi sekitar $240 per ton.
Bea safeguard pemerintah India telah menjadi dukungan krusial bagi harga baja domestik, berkontribusi pada perluasan spread. Morgan Stanley menyoroti peningkatan impor selama bulan April, yang telah mendorong pengisian kembali stok persediaan menjelang musim hujan. Tren ini diperkirakan akan berlanjut seiring dengan beroperasinya kapasitas produksi baru. Akibatnya, saham baja telah mengungguli pasar yang lebih luas secara signifikan, naik sekitar 17% year-to-date sementara Sensex telah menurun sekitar 9%.
Morgan Stanley mempertahankan prospek positif jangka pendek untuk saham baja India. Diskon harga domestik saat ini terhadap paritas impor, ditambah dengan pengisian kembali stok persediaan yang sedang berlangsung dan kebijakan pemerintah yang mendukung, diperkirakan akan menguntungkan sektor ini. Faktor-faktor utama yang perlu dipantau meliputi volume impor dan keberlanjutan permintaan domestik pasca-musim hujan.
Q: Mengapa harga baja India melemah baru-baru ini?
A: Harga HRC dan rebar telah menurun sejak akhir Maret, dipengaruhi oleh dinamika pasar dan tingkat impor, meskipun tetap didukung oleh faktor-faktor lain.
Q: Apa yang mendukung harga baja domestik?
A: Harga didukung oleh bea safeguard pemerintah India, siklus pengisian kembali stok persediaan yang sedang berlangsung, dan harga domestik yang diperdagangkan dengan diskon terhadap paritas impor.
Q: Bagaimana kinerja saham baja tahun ini?
A: Saham baja India telah berkinerja kuat, naik sekitar 17% year-to-date, sangat kontras dengan indeks Sensex yang mengalami penurunan sekitar 9%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait