TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 28, 2026
2 min read
2

Longi Green Energy Technology Co. melaporkan kerugian bersih yang lebih besar sebesar 1,92 miliar yuan untuk kuartal pertama. Ini terjadi meskipun ada kenaikan harga modul surya sebesar 15% hingga 20% selama periode yang sama, menyoroti tantangan yang terus-menerus di sektor tenaga surya global.
Kinerja produsen tenaga surya Tiongkok ini mencerminkan tren industri yang lebih luas yaitu kelebihan kapasitas. Menurut perusahaan, pasar tenaga surya berada dalam fase penyesuaian yang mendalam, menghadapi tekanan dari harga produk yang lemah, tingkat pemanfaatan pabrik yang rendah, dan kenaikan biaya bahan baku seperti polisilikon.
Meskipun menghadapi tantangan ini, ekspor sel surya Tiongkok tumbuh sebesar 38% pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan internasional yang berkelanjutan.
Kerugian Q1 sebesar 1,92 miliar yuan, atau sekitar $281 juta, meluas dari kerugian 1,43 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam pengajuan terpisah, Longi melaporkan kerugian bersihnya untuk tahun 2025 adalah 6,4 miliar yuan, menyempit dari 8,6 miliar yuan setahun sebelumnya, menandakan penyesuaian keuangan yang berkelanjutan.
Kerugian Longi yang semakin besar menggarisbawahi dampak parah kelebihan pasokan pasar terhadap profitabilitas, yang lebih besar daripada manfaat kenaikan harga modul. Kemampuan perusahaan untuk mengelola biaya dan menghadapi harga yang lemah akan sangat penting untuk kinerjanya di kuartal mendatang.
T: Berapa kerugian bersih Longi Green Energy pada Q1?
J: Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar 1,92 miliar yuan, atau sekitar $281 juta, untuk kuartal pertama.
T: Mengapa kerugian meningkat meskipun harga modul surya lebih tinggi?
J: Kerugian melebar terutama karena kelebihan kapasitas industri, yang menyebabkan harga produk yang lemah, tingkat pemanfaatan yang rendah, dan kenaikan biaya bahan baku yang menekan margin.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait