Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Aug 26, 2026
1 min read
0

Kohl's meleset dari estimasi penjualan kuartal kedua, mencerminkan kehati-hatian konsumen dalam membelanjakan barang-barang diskresioner. Meskipun demikian, peritel tersebut secara signifikan menaikkan perkiraan laba tahunannya, mengaitkan peningkatan tersebut dengan penerimaan pengembalian tarif sebesar $150 juta. Perusahaan mengonfirmasi melanjutkan program pembelian kembali saham senilai $100 juta.
Sentimen konsumen AS telah menurun, dengan penjualan ritel bulan Juli yang anjlok. Inflasi yang terus-menerus mendorong rumah tangga berpenghasilan menengah dan rendah untuk membatasi pembelian barang diskresioner, yang berdampak pada peritel seperti Kohl's.
Pendapatan Kohl's pada Q2 adalah $3,32 miliar, turun 0,9%, di bawah konsensus analis sebesar $3,35 miliar. Saham anjlok sekitar 5% di pra-pasar. Namun, perkiraan laba disesuaikan fiskal 2026 naik menjadi $1,80-$2,40 per saham, dari $1,00-$1,60, terutama karena pengembalian tarif.
Hasil ini menyoroti tantangan ritel yang berkelanjutan akibat inflasi dan perilaku konsumen yang hati-hati. Meskipun pengembalian tarif menawarkan peningkatan laba sementara, pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan pemulihan ekonomi dan kepercayaan konsumen yang lebih kuat.
T: Mengapa Kohl's meleset dari penjualan Q2?
J: Karena kehati-hatian konsumen dalam membelanjakan barang-barang diskresioner.
T: Bagaimana Kohl's menaikkan perkiraan labanya?
J: Melalui pengembalian tarif sebesar $150 juta.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait