TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 06, 2026
2 min read
16

Para pekerja di JBS, perusahaan daging terbesar di dunia, telah mengakhiri mogok kerja selama tiga minggu di pabrik daging sapi Greeley, Colorado. Serikat Pekerja Makanan dan Komersial Bersatu Lokal 7 mengumumkan bahwa anggotanya akan kembali bekerja menyusul kesepakatan JBS untuk melanjutkan negosiasi pada tanggal 9 dan 10 April.
Perselisihan perburuhan ini terjadi saat harga daging sapi AS mencapai rekor tertinggi, didorong oleh pasokan ternak negara yang turun ke level terendah dalam 75 tahun. Meskipun perusahaan pengemas daging seperti JBS diuntungkan dari kenaikan harga daging, mereka juga menghadapi biaya rekor untuk pembelian ternak untuk disembelih.
Mogok kerja ini secara signifikan memengaruhi kapasitas pengolahan AS, yang sudah terbebani oleh penutupan pabrik Tyson Foods di Nebraska. JBS telah menyatakan rencana untuk melanjutkan dan meningkatkan operasi minggu depan, meskipun serikat pekerja terus melawan apa yang disebutnya praktik perburuhan tidak adil dan menuntut upah layak bagi 3.800 anggotanya.
Meskipun operasi akan dilanjutkan, perselisihan inti tetap belum terselesaikan. JBS mengonfirmasi bahwa belum ada kesepakatan baru yang tercapai dan tawaran awalnya tetap berlaku. Hasil dari pembicaraan mendatang akan sangat penting dalam menentukan stabilitas jangka panjang di fasilitas tersebut dan potensi dampaknya pada rantai pasokan daging yang lebih luas.
T: Mengapa pekerja JBS melakukan mogok kerja?
J: Para pekerja menuntut upah yang mencerminkan inflasi dan penghentian biaya perusahaan untuk penggantian peralatan pelindung.
T: Apakah kesepakatan baru telah tercapai antara JBS dan serikat pekerja?
J: Tidak, juru bicara JBS mengonfirmasi bahwa belum ada kesepakatan baru. Para pekerja kembali ke pabrik berdasarkan janji untuk melanjutkan negosiasi.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait