TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 20, 2026
2 min read
2

Kementerian perminyakan Irak telah menyatakan force majeure pada semua ladang minyak yang dikembangkan oleh perusahaan asing, mengutip gangguan parah terhadap navigasi melalui Selat Hormuz. Langkah ini menyusul operasi militer yang meningkat yang telah menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah negara itu.
Sebuah surat dari kementerian tertanggal 17 Maret menyatakan bahwa aktivitas militer telah sangat memengaruhi Selat Hormuz, sebuah titik hambatan kritis untuk sekitar 20 persen pasokan minyak global. Dengan sebagian besar minyak mentah Irak melintasi selat tersebut, gangguan ini telah mendorong kapasitas penyimpanan hingga batasnya, mencegah kapal tanker mengangkut minyak mentah.
Sebagai tanggapan, Irak telah memerintahkan penghentian produksi penuh di daerah yang terkena dampak. Menteri Perminyakan Hayan Abdel-Ghani mengonfirmasi bahwa produksi di Basra Oil Company dipotong dari 3,3 juta barel per hari menjadi hanya 900.000 bpd. Pengurangan drastis ini akan membebani keuangan Irak, karena penjualan minyak menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan negara.
Penghentian produksi dan ekspor adalah konsekuensi langsung dari konflik regional, yang telah mendorong harga minyak internasional ke level tertinggi dalam hampir empat tahun. Situasi ini akan ditinjau secara berkala berdasarkan stabilitas regional, dengan implikasi signifikan bagi pasar energi global.
T: Apa itu force majeure dalam industri minyak?
J: Ini adalah klausul kontrak yang membebaskan suatu pihak dari tanggung jawab atau kewajiban ketika suatu peristiwa atau keadaan luar biasa di luar kendali mereka, seperti perang, mencegah mereka memenuhi kewajibannya.
T: Seberapa banyak produksi minyak Irak telah dikurangi?
J: Produksi di Basra Oil Company yang utama telah dipotong dari 3,3 juta bpd menjadi 900.000 bpd.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait