TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 03, 2026
2 min read
3

Rupee India menguat tajam terhadap dolar AS pada hari Selasa menyusul pengumuman perjanjian perdagangan yang telah lama dinanti antara New Delhi dan Washington. Kesepakatan tersebut menjanjikan pengurangan signifikan tarif AS atas barang-barang yang diimpor dari negara Asia Selatan tersebut.
Menyusul pengumuman tersebut, pasangan mata uang USD/INR turun sebanyak 1,5% menjadi 90.128, menandai level terkuatnya sejak pertengahan Januari. Pergerakan ini menandakan pemulihan substansial dari rekor tertinggi lebih dari 92,2 rupee yang dicapai pada akhir Januari.
Berdasarkan ketentuan yang diungkapkan oleh para pejabat, Amerika Serikat akan menurunkan tarif barang-barang India dari 50% menjadi 18%. Sebagai imbalannya, India akan mengurangi hambatan perdagangan tertentu dan menghentikan pengadaan minyak Rusia. Perkembangan ini diharapkan dapat menguntungkan ekonomi India, karena AS adalah pasar ekspor utama. Namun, para pejabat belum memberikan jadwal kapan kesepakatan ini akan berlaku.
Pengurangan tarif ini merupakan katalis positif bagi sektor ekspor India, yang telah menghadapi tekanan dari tarif AS yang tinggi. Meskipun reaksi pasar langsung kuat, investor akan mengamati detail lebih lanjut mengenai implementasi dan ketentuan yang lebih luas dari perjanjian tersebut.
T: Mengapa rupee India menguat?
J: Rupee menguat karena pengumuman kesepakatan perdagangan baru dengan AS, yang mencakup tarif yang lebih rendah untuk barang-barang India.
T: Apa saja ketentuan utama dari perjanjian perdagangan tersebut?
J: AS akan memotong tarif produk India menjadi 18% dari 50%, dan India akan menurunkan beberapa hambatan perdagangan serta menghentikan pembelian minyak Rusia.
T: Bagaimana reaksi pasangan USD/INR terhadap berita tersebut?
J: Pasangan USD/INR turun sebanyak 1,5% menjadi 90.128, titik terendahnya dalam dua minggu.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

03 Feb 2026
Qantas Melepas 33,32% Saham di Jetstar Japan