TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 13, 2026
2 min read
6

Sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Jumat, dengan rupee India jatuh ke rekor terendah 92,522 terhadap dolar. Pelemahan yang meluas ini terjadi karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan gangguan terhadap pasar energi global, mendorong investor menuju dolar AS sebagai aset safe-haven.
Yen Jepang mencapai titik terlemahnya dalam hampir dua tahun, dengan pasangan USD/JPY naik ke 159,48. Mata uang regional lainnya, termasuk won Korea Selatan, juga mengalami penurunan. Pergerakan pasar ini mencerminkan kekhawatiran bahwa ekonomi yang sangat bergantung pada impor minyak, seperti India dan Jepang, sangat rentan terhadap guncangan pasokan dan kenaikan harga minyak mentah.
Penguatan dolar AS, yang siap untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut, juga didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap hawkish. Inflasi yang didorong oleh energi yang persisten dapat menghalangi bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, sentimen yang diperkuat oleh pasar berjangka yang kini memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga setidaknya hingga September.
Para trader akan terus memantau perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap harga minyak. Selain itu, data indeks harga PCE AS yang akan datang, ukuran inflasi pilihan Fed, akan dicermati untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
T: Mengapa Rupee India mencapai rekor terendah?
J: Rupee melemah karena kekhawatiran kenaikan harga minyak yang berasal dari ketegangan di Timur Tengah, karena India mengimpor sekitar 80% minyaknya.
T: Bagaimana peristiwa ini memengaruhi Dolar AS?
J: Dolar menguat karena peningkatan permintaan safe-haven dan ekspektasi bahwa potensi inflasi dari harga minyak yang lebih tinggi akan menyebabkan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap tinggi.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait