TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 14, 2026
2 min read
14

Fatih Birol, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), menyatakan bahwa konflik Iran yang sedang berlangsung akan secara fundamental membentuk kembali perdagangan energi global. Ia menekankan bahwa negara-negara kini terpaksa menilai kembali kemitraan energi, memprioritaskan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Berbicara di forum Semafor World Economy, Birol memprediksi bahwa lanskap energi global tidak akan kembali ke keadaan semula setelah blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Ia membandingkan potensi transformasi ini dengan krisis energi tahun 1970-an dan invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, yang keduanya memicu pergeseran signifikan dalam kebijakan dan teknologi energi.
Kepala IEA memperingatkan bahwa negara-negara akan semakin mempertimbangkan keandalan rantai pasokan, menambahkan premi risiko pada perjanjian perdagangan. Kepercayaan dan prediktabilitas pemasok energi akan menjadi kriteria utama dalam membentuk kemitraan baru, secara fundamental mengubah cara bisnis energi beroperasi.
Meskipun IEA telah menyiapkan pelepasan cadangan minyak sebesar 400 juta barel untuk menstabilkan pasokan sementara, Birol mencatat bahwa ini bukanlah solusi jangka panjang. Ia memperingatkan bahwa April diperkirakan akan lebih menantang bagi pasar energi global dibandingkan Maret, karena kapal tanker minyak terakhir yang melewati Selat Hormuz sebelum konflik mencapai tujuan mereka.
Q: Apa dampak utama konflik Iran terhadap energi?
A: Ini akan membentuk kembali perdagangan energi global, memaksa negara-negara untuk memprioritaskan keamanan energi dan memilih pemasok yang lebih dapat dipercaya dan dapat diprediksi.
Q: Tindakan apa yang diambil IEA?
A: IEA siap melepaskan 400 juta barel cadangan minyak untuk mendukung pasokan global jika diperlukan, namun memandangnya sebagai tindakan sementara.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait