TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4월 14, 2026
2 min read
22

Badan Energi Internasional (IEA) telah secara signifikan mengurangi proyeksi pasokan dan permintaan minyak globalnya. Badan tersebut menyebutkan gangguan akibat konflik di Timur Tengah sebagai pendorong utama penurunan yang diperkirakan dari tingkat tahun 2025.
IEA kini memproyeksikan permintaan minyak global akan turun sebesar 80.000 barel per hari (bph) pada tahun 2026, sebuah pembalikan tajam dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan peningkatan 640.000 bph. Penurunan yang diproyeksikan sebesar 1,5 juta bph pada kuartal kedua menandai penurunan paling tajam sejak pandemi COVID-19.
Badan tersebut memperingatkan bahwa perusakan permintaan diperkirakan akan menyebar seiring dengan berlanjutnya kelangkaan dan harga yang lebih tinggi. Penurunan konsumsi paling signifikan saat ini diamati di Timur Tengah dan Asia-Pasifik, terutama memengaruhi nafta, LPG, dan bahan bakar jet.
Proyeksi yang direvisi menunjukkan pendinginan ekonomi global dan risiko geopolitik yang terus-menerus memengaruhi pasar energi. Para pengamat akan memantau konflik yang sedang berlangsung dan tren harga untuk mengukur stabilitas pasar di masa depan.
Q: Mengapa IEA memangkas proyeksi permintaan minyaknya?
A: IEA memangkas proyeksinya karena gangguan aliran energi dan tekanan ekonomi yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
Q: Seberapa signifikan penurunan permintaan yang diproyeksikan?
A: IEA memproyeksikan penurunan 1,5 juta bph pada Kuartal 2, penurunan konsumsi paling substansial sejak pandemi 2020.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait