Penggerebekan ICE Sasar Perusahaan Minneapolis, Korporasi Besar Bungkam

User profile image

TrustFinance Global Insights

ม.ค. 16, 2026

2 min read

1

Penggerebekan ICE Sasar Perusahaan Minneapolis, Korporasi Besar Bungkam

Ringkasan Ide Utama

Peningkatan operasi Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis berdampak parah pada bisnis kecil lokal, terutama di komunitas Latin, sementara perusahaan besar Fortune 500 yang berbasis di kota tersebut tetap bungkam secara publik mengenai masalah ini.

Gambaran Situasi

Bisnis kecil di sepanjang Lake Street di selatan Minneapolis telah memprotes secara terbuka dengan menggantungkan tanda “No ICE” dan mengubah operasional karena takut akan penggerebekan. Tanggapan ini menyusul tindakan dan protes federal yang sering terjadi. Berbeda sekali, perusahaan besar yang berbasis di Minnesota seperti Target, UnitedHealth, dan General Mills belum mengeluarkan pernyataan publik mengenai tindakan penegakan hukum tersebut, sebuah penyimpangan dari sikap vokal mereka pada isu-isu sosial sebelumnya.

Dampak Ekonomi dan Pasar

Penumpasan ini memengaruhi ekonomi regional senilai $350 miliar. Asosiasi bisnis melaporkan penurunan penjualan di perusahaan kecil dan penurunan kehadiran di perusahaan besar. Gangguan ini berdampak pada seluruh rantai ekonomi, dari pemilik tunggal hingga korporasi besar, menciptakan ketidakpastian operasional dan memengaruhi stabilitas tenaga kerja. Salah satu insiden melibatkan dua pekerja Target warga negara AS yang ditahan oleh agen ICE.

Kesimpulan

Penegakan hukum federal yang sedang berlangsung menciptakan ketidakpastian ekonomi yang signifikan bagi bisnis di Minneapolis. Keheningan dari raksasa korporasi menimbulkan pertanyaan di kalangan para ahli tentang tanggung jawab komunitas mereka, terutama terkait kesejahteraan karyawan. Dampak jangka panjang akan bergantung pada durasi operasi dan tanggapan dari komunitas bisnis yang lebih luas.

FAQ

T: Bagaimana reaksi bisnis kecil di Minneapolis terhadap penggerebekan ICE?
J: Banyak yang mengurangi jam operasional, meningkatkan langkah-langkah keamanan, dan memprotes secara publik dengan tanda-tanda untuk melindungi staf dan pelanggan mereka.

T: Mengapa korporasi besar tetap bungkam mengenai masalah ini?
J: Laporan tersebut menunjukkan bahwa ketakutan akan potensi pembalasan atau boikot pelanggan telah menyebabkan keheningan korporasi, tidak seperti keterlibatan mereka sebelumnya dalam topik keadilan sosial.

Sumber: Reuters

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.