TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 24, 2026
2 min read
45

Hyundai Motor telah memperingatkan bahwa pemerintahan AS mungkin akan meningkatkan tekanan tarif khusus sektor terhadap produsen mobil, meskipun ada putusan Mahkamah Agung yang menentang tarif universal. Presiden perusahaan tersebut mendesak pemerintah Korea Selatan untuk segera mengesahkan undang-undang untuk paket investasi AS senilai $350 miliar yang terkait dengan kesepakatan perdagangan yang bertujuan menurunkan tarif dari 25% menjadi 15%.
Peringatan ini menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif universal. Namun, kekhawatiran tetap ada bahwa AS dapat beralih ke bea yang ditargetkan pada industri tertentu seperti otomotif. Hyundai melobi untuk implementasi cepat perjanjian perdagangan tahun lalu guna mengamankan lingkungan tarif yang lebih menguntungkan dan mempertahankan persaingan yang setara melawan pesaing Jepang dan Eropa di pasar AS yang krusial.
Hyundai dan afiliasinya, Kia, telah melaporkan dampak finansial yang signifikan, dengan kerugian gabungan sebesar 7,2 triliun won, setara dengan $4,98 miliar, dari tarif AS tahun lalu. Pemberlakuan kembali tarif 25% akan sangat melemahkan daya saing produsen mobil Korea Selatan pada saat industri sedang menavigasi transisi yang mahal ke kendaraan listrik dan otonom.
Risiko tarif AS yang ditargetkan pada sektor otomotif tetap menjadi ancaman signifikan. Fokus kini beralih ke kemampuan legislatif Korea Selatan untuk mengesahkan RUU yang diperlukan agar kesepakatan perdagangan terwujud. Hasilnya akan sangat penting bagi stabilitas keuangan dan posisi kompetitif Hyundai dan Kia di Amerika Utara.
T: Mengapa Hyundai khawatir tentang tarif AS setelah putusan Mahkamah Agung?
J: Kekhawatirannya adalah AS kini dapat memberlakukan tarif khusus sektor yang menargetkan industri otomotif, meskipun tarif universal telah dibatalkan.
T: Berapa kerugian finansial dari tarif sebelumnya?
J: Hyundai dan Kia melaporkan kerugian finansial gabungan sekitar $4,98 miliar dari tarif AS pada tahun sebelumnya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.