TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 13, 2026
2 min read
4

Honda telah mengumumkan penghapusan nilai aset (writedown) besar-besaran senilai 2,5 triliun yen ($15,7 miliar) pada bisnis kendaraan listriknya. Langkah ini mencakup restrukturisasi operasi di AS dan diperkirakan akan mengakibatkan kerugian tahunan pertama bagi perusahaan dalam hampir 70 tahun sebagai entitas yang terdaftar di bursa.
Keputusan ini berasal dari pembatalan tiga model bertenaga baterai yang direncanakan untuk pasar AS, termasuk sedan Saloon yang diantisipasi dari "Honda 0 Series". Pembalikan ini mencerminkan respons terhadap melemahnya permintaan EV di wilayah tersebut. Mobil bertenaga baterai hanya menyumbang 2,5% dari 3,4 juta penjualan kendaraan global Honda tahun lalu.
Dampak finansial ini mencakup arus kas keluar yang signifikan hingga 1,7 triliun yen, sebagian untuk mengkompensasi pemasok. Sebagai respons, Honda kini akan mengalihkan strategi AS-nya ke kendaraan hibrida dan berupaya berekspansi di India. Namun, perusahaan juga mengakui kesenjangan teknologi yang semakin lebar dan menurunnya daya saing di Tiongkok, pasar otomotif terbesar di dunia, yang menimbulkan tantangan jangka panjang yang lebih berat.
Meskipun penghapusan nilai aset ini menandai pengaturan ulang yang tegas dan menyakitkan bagi strategi EV Honda di Barat, kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan produsen EV yang canggih secara teknologi dan gesit di Tiongkok tetap menjadi ketidakpastian krusial bagi masa depannya.
T: Mengapa Honda memulai penghapusan nilai aset besar ini?
J: Honda membatalkan tiga model EV yang direncanakan untuk AS karena pergeseran permintaan pasar dan menghadapi tekanan persaingan yang meningkat dalam operasi di Tiongkok.
T: Berapa total nilai penghapusan nilai aset?
J: Penghapusan nilai aset ini diperkirakan sebesar 2,5 triliun yen, yang setara dengan sekitar $15,7 miliar.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait