TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
มี.ค. 19, 2026
2 min read
36

Goldman Sachs telah mengeluarkan peringatan bahwa harga minyak mungkin tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dengan risiko kenaikan signifikan yang berasal dari potensi gangguan pasokan. Analisis tersebut menunjukkan faktor geopolitik sebagai pendorong utama untuk prospek ini.
Laporan bank tersebut menyoroti bahwa gangguan pasokan yang terkait dengan konflik Iran dapat berlanjut melampaui jangka pendek. Setiap pembatasan aliran minyak melalui Selat Hormuz yang strategis diperkirakan akan memberikan tekanan kenaikan harga secara langsung.
Gangguan yang berkepanjangan dapat memiliki konsekuensi signifikan. Goldman Sachs mencatat bahwa jika pasar mulai memperhitungkan risiko guncangan pasokan yang berkelanjutan, harga minyak mentah Brent berpotensi melampaui puncaknya pada tahun 2008. Hal ini kemungkinan akan memicu inflasi global dan menimbulkan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi.
Investor dan pembuat kebijakan disarankan untuk memantau perkembangan dengan cermat, karena risiko guncangan sisi pasokan tetap menjadi faktor dominan bagi pasar energi. Durasi setiap gangguan akan sangat penting dalam menentukan dampak akhir pada harga.
T: Mengapa Goldman Sachs melihat harga minyak tetap tinggi?
J: Alasan utamanya adalah risiko gangguan pasokan yang berkepanjangan terkait dengan konflik Iran, yang dapat memengaruhi jalur pelayaran penting seperti Selat Hormuz.
T: Berapa harga puncak potensial untuk minyak mentah Brent yang disebutkan?
J: Bank tersebut menyarankan bahwa Brent dapat melampaui puncaknya pada tahun 2008 jika pasar mengantisipasi gangguan pasokan jangka panjang.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

07 พ.ค. 2026
Blackstone Credit Fund NAV Turun 2.4% di Q1