TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
เม.ย. 28, 2026
2 min read
15

Pemimpin pengiriman paket FedEx dan UPS telah mengonfirmasi akan mengembalikan dana kepada pelanggan untuk tarif yang dipungut secara ilegal. Ini menyusul pembentukan sistem oleh pemerintah AS untuk mengembalikan pungutan tersebut setelah dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, menjadikan sekitar $166 miliar dalam pungutan memenuhi syarat untuk pengembalian dana. CEO UPS Carol Tome menyatakan perusahaan telah mengumpulkan sekitar $5 miliar dalam bentuk tarif dari pelanggannya dan sedang bekerja sama dengan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) untuk memproses pengembalian tersebut.
Pengembalian dana ini diharapkan dapat memberikan suntikan dana tunai yang signifikan bagi ribuan perusahaan yang membayar tarif tersebut. Bagi penyedia logistik seperti FedEx dan UPS, ini menyelesaikan kompleksitas operasional dan keuangan yang besar. Kedua perusahaan telah berkomitmen untuk menyalurkan dana tersebut kepada klien mereka segera setelah diterima dari pemerintah AS.
Baik FedEx maupun UPS sedang menunggu dana dari CBP sebelum mendistribusikannya. Jangka waktu bagi Departemen Keuangan AS untuk menyalurkan uang tersebut tetap menjadi faktor kunci bagi bisnis yang mengharapkan penggantian. Proses ini menyoroti efek riak ekonomi jangka panjang dari kebijakan perdagangan masa lalu.
T: Mengapa FedEx dan UPS mengeluarkan pengembalian dana ini?
J: Mereka mengembalikan tarif yang oleh Mahkamah Agung AS dianggap dipungut secara ilegal di bawah pemerintahan Trump.
T: Berapa total nilai potensi pengembalian dana?
J: Sekitar $166 miliar dalam pungutan tarif AS berpotensi dikembalikan kepada bisnis.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait