TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 12, 2026
2 min read
33

Para pemimpin dari bursa global utama, termasuk CME Group dan TMX Group, telah menyuarakan penolakan keras terhadap potensi intervensi pemerintah AS di pasar berjangka minyak. Para eksekutif memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan konsekuensi negatif yang tidak diinginkan bagi pasar.
Penolakan ini muncul seiring laporan yang menunjukkan bahwa Departemen Keuangan AS sedang mempertimbangkan tindakan untuk mengekang kenaikan harga energi, yang telah melonjak lebih dari 25% menyusul konflik geopolitik baru-baru ini. Pemerintah AS telah mengizinkan pelepasan 172 juta barel dari cadangan minyak strategisnya untuk menstabilkan pasar, sebuah langkah yang dianggap tidak cukup oleh beberapa analis.
Para CEO bursa berpendapat bahwa campur tangan pemerintah berisiko memperburuk volatilitas pasar. CEO CME Terry Duffy menyatakan bahwa pasar bereaksi buruk terhadap intervensi pemerintah. Demikian pula, CEO TMX Group John McKenzie mencatat bahwa mencoba menyelesaikan satu masalah dengan cara ini seringkali menciptakan masalah lain, menekankan bahwa pasar harus diizinkan untuk mengoreksi diri sendiri.
Seiring ketegangan geopolitik terus memicu kekhawatiran guncangan pasokan dan volatilitas harga, perdebatan mengenai mekanisme pasar bebas versus kontrol pemerintah semakin intensif. Pelaku pasar kini memantau dengan cermat Departemen Keuangan AS untuk setiap pengumuman kebijakan resmi mengenai pasar berjangka minyak.
T: Mengapa para pemimpin bursa menentang intervensi pemerintah?
J: Mereka percaya hal itu dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, mengganggu stabilitas pasar, dan menciptakan masalah baru daripada menyelesaikan masalah yang sudah ada.
T: Tindakan apa yang telah diambil pemerintah AS?
J: Pemerintah mengumumkan akan melepaskan 172 juta barel minyak dari cadangan minyak strategisnya untuk membantu mengurangi lonjakan harga minyak.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait