TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 23, 2026
2 min read
12

Bart C. Shuldman, mantan CEO TransAct Technologies (NASDAQ:TACT), secara terbuka menantang arah strategis perusahaan saat ini dalam surat terbuka kepada dewan direksi. Shuldman, yang memimpin perusahaan selama 27 tahun dan tetap menjadi pemegang saham signifikan, menyoroti penurunan harga saham lebih dari 50% dalam tiga tahun terakhir sebagai perhatian utama.
Kritik utama Shuldman menargetkan investasi besar perusahaan dalam perangkat lunak layanan makanan, pasar yang ia gambarkan sebagai ramai dengan pesaing yang sudah mapan. Ia berpendapat bahwa TransAct tidak memiliki keunggulan kompetitif di bidang ini dan gagal memperkenalkan produk baru yang berarti atau mendapatkan pelanggan penting sejak kepergiannya pada April 2023.
Alih-alih pengembangan perangkat lunak, Shuldman mendesak dewan direksi untuk kembali fokus pada kemampuan perangkat keras inti perusahaan, khususnya terminal BOHA! T2. Ia merekomendasikan untuk bermitra dengan penyedia perangkat lunak yang sudah mapan daripada bersaing secara langsung. Ia juga merujuk pada evaluasi sebelumnya dari bank investasi yang menyarankan bahwa pemisahan bisnis dapat membuka nilai pemegang saham yang lebih besar dan mempertanyakan pengalaman industri dewan direksi saat ini.
Surat terbuka ini menciptakan konflik publik antara mantan pemimpin yang telah lama menjabat dan manajemen saat ini, berpotensi menyebabkan peningkatan pengawasan dari investor. Isu utamanya berkisar pada apakah TransAct harus bersaing di pasar perangkat lunak atau menggandakan kekuatan perangkat kerasnya.
T: Siapakah Bart C. Shuldman?
J: Ia adalah mantan CEO TransAct Technologies selama 27 tahun dan saat ini memiliki sekitar 93.500 saham perusahaan.
T: Apa kritik utama Shuldman?
J: Ia percaya perusahaan secara tidak bijaksana berinvestasi di pasar perangkat lunak layanan makanan yang kompetitif alih-alih berfokus pada bisnis perangkat kerasnya yang telah terbukti.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait