TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 03 26, 2026
2 min read
6

Komisi Eropa telah memulai penyelidikan formal terhadap Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, untuk menilai potensi pelanggaran Undang-Undang Layanan Digital (DSA). Penyelidikan ini berfokus pada dugaan kegagalan dalam melindungi anak di bawah umur dari risiko seperti pelecehan anak dan penjualan produk ilegal.
Regulator menduga langkah-langkah Snapchat tidak memadai di beberapa area. Kekhawatiran meliputi alat verifikasi usia yang tidak memadai, moderasi konten yang tidak efektif terhadap penyebaran barang ilegal seperti narkoba dan rokok elektrik, serta pengaturan akun yang dapat merusak keamanan pengguna. Kepala teknologi UE, Henna Virkkunen, menyatakan bahwa platform tersebut "tampaknya telah mengabaikan bahwa DSA menuntut standar keamanan yang tinggi."
Berdasarkan DSA, ketidakpatuhan dapat mengakibatkan sanksi signifikan, dengan denda mencapai hingga 6% dari pendapatan tahunan global perusahaan. Penyelidikan ini menempatkan Snap di bawah pengawasan regulasi yang lebih ketat. Seorang juru bicara Snapchat menyatakan bahwa perusahaan telah bekerja sama sepenuhnya dan transparan dengan Komisi.
Snap menghadapi tantangan regulasi signifikan yang dapat memengaruhi operasional dan keuangannya di UE. Hasil penyelidikan akan menjadi indikator utama kekuatan penegakan DSA dan akan dipantau ketat oleh platform online besar lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut.
T: Mengapa UE menyelidiki Snapchat?
J: UE menuduh Snapchat gagal melindungi anak di bawah umur secara memadai dari pelecehan dan mencegah penjualan barang ilegal, yang berpotensi melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA).
T: Apa saja potensi sanksi untuk Snapchat?
J: Jika terbukti melanggar DSA, Snap dapat menghadapi denda hingga 6% dari pendapatan tahunan globalnya.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

27 Thg 03 2026
Teknologi AI Google Memukul Saham Chip; KOSPI Anjlok