TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 03, 2026
2 min read
38

Harga energi global melonjak tajam menyusul konflik militer yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. Minyak mentah Brent melonjak lebih dari 15%, melampaui $82 per barel, tertinggi sejak Juli 2024. Harga gas alam Eropa melonjak kumulatif 80% selama dua hari.
Konflik tersebut telah melumpuhkan ekspor energi dari Timur Tengah. Iran dilaporkan telah menyerang kapal-kapal, menyebabkan penutupan Selat Hormuz selama empat hari, sebuah jalur untuk 20% minyak dan gas global. Sebagai tanggapan, Qatar telah menutup fasilitas LNG-nya, yang menyumbang 20% dari ekspor global, sementara Arab Saudi telah menangguhkan produksi di kilang utama.
Gangguan ini mengancam pemulihan ekonomi global dengan memicu inflasi. Dengan hampir sepertiga minyak dunia dan seperlima gas alamnya berasal dari wilayah tersebut, konflik yang berkepanjangan dapat menimbulkan konsekuensi serius. Negara-negara seperti India sudah menjatah gas, dan Eropa menghadapi perebutan untuk mengisi kembali cadangan energinya.
Prospek jangka pendek bergantung pada durasi konflik. Gangguan yang berkelanjutan akan memaksa produsen utama untuk memangkas produksi lebih lanjut karena kekurangan kapal tanker, memperburuk defisit pasokan global dan mendorong harga lebih tinggi.
T: Apa penyebab lonjakan harga energi?
J: Konflik militer di Timur Tengah menyebabkan penutupan Selat Hormuz dan penghentian produksi dari eksportir utama seperti Qatar dan Arab Saudi.
T: Berapa banyak harga telah meningkat?
J: Minyak mentah Brent naik lebih dari 15% menjadi di atas $82 per barel, dan harga gas Eropa meningkat 80% selama dua hari.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.