TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 20, 2026
2 min read
22

Dolar AS menguat pada hari Senin karena ketegangan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran memicu permintaan aset safe-haven. Akibatnya, sebagian besar mata uang Asia mengalami penurunan, dengan pasar memantau ketat berakhirnya gencatan senjata minggu ini.
Indeks dolar dan kontrak berjangkanya sama-sama mengalami kenaikan sekitar 0,2% dalam perdagangan Asia. Reli ini menyusul laporan penangkapan kapal Iran oleh AS dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Sebaliknya, mata uang Asia secara luas melemah, termasuk yen Jepang, dolar Australia, dan won Korea Selatan.
Yuan Tiongkok tetap stabil setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga dasar pinjaman (loan prime rate) pada rekor terendah. Namun, mata uang regional lainnya menghadapi tekanan penurunan. Pasangan USD/KRW naik 0,6%, menunjukkan won yang lebih lemah, sementara pasangan terhadap dolar Singapura dan rupee India juga menunjukkan kenaikan moderat untuk dolar. Investor tetap berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting dari AS dan Jepang.
Sentimen pasar tetap tentatif seiring dengan mendekatnya batas waktu gencatan senjata AS-Iran. Pergerakan mata uang di masa depan kemungkinan akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik dan indikator ekonomi yang akan datang, termasuk angka penjualan ritel AS.
T: Mengapa dolar AS menguat?
J: Dolar, sebagai aset safe-haven, menguat karena peningkatan risiko geopolitik dari eskalasi ketegangan AS-Iran selama akhir pekan.
T: Mata uang Asia mana yang paling terpengaruh?
J: Won Korea Selatan mengalami penurunan signifikan, dengan pasangan USD/KRW naik 0,6%. Yen Jepang dan dolar Australia juga melemah terhadap dolar.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait