TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 02 26, 2026
2 min read
11

CEO Deutsche Telekom, Timotheus Hoettges, menyuarakan kritik keras terhadap pendekatan Uni Eropa dalam mereformasi regulasi sektor telekomunikasi. Dalam konferensi pers, ia menyoroti peningkatan birokrasi dan menyatakan ketidakpuasan terhadap Undang-Undang Jaringan Digital yang baru, menyerukan deregulasi lebih lanjut untuk mendorong investasi.
Undang-Undang Jaringan Digital Komisi Eropa diperkenalkan untuk meningkatkan prediktabilitas investasi dengan memungkinkan operator menggunakan spektrum radio tanpa batas. Namun, proposal tersebut tidak memenuhi tuntutan utama dari operator telekomunikasi: mewajibkan raksasa teknologi AS seperti Google, Netflix, dan Meta untuk membayar biaya jaringan atas lalu lintas data mereka yang masif, malah memilih model kerja sama sukarela.
Meskipun ada hambatan regulasi, Hoettges mengonfirmasi bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target keuangan 2027. Namun, ia memperingatkan bahwa investasi besar di masa depan, seperti di gigafactory, bergantung pada politisi yang menyediakan kerangka kerja yang lebih mendukung. CEO juga mencatat kurangnya tindak lanjut atas janji pendanaan UE untuk pusat data.
Pernyataan CEO menggarisbawahi gesekan yang sedang berlangsung antara penyedia telekomunikasi besar Eropa dan regulator UE. Industri akan memantau dengan cermat keputusan kebijakan di masa depan, terutama mengenai biaya infrastruktur jaringan dan potensi konsolidasi bisnis pusat data.
Q: Apa masalah utama Deutsche Telekom dengan Undang-Undang Jaringan Digital UE?
A: Perusahaan percaya bahwa undang-undang tersebut meningkatkan birokrasi dan gagal membuat perusahaan teknologi besar berkontribusi pada biaya jaringan.
Q: Apakah proposal UE mengatasi biaya jaringan dari raksasa teknologi?
A: Tidak, proposal tersebut tidak mewajibkan biaya jaringan, malah menyarankan mekanisme sukarela untuk kerja sama.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

11 Thg 03 2026
JPMorgan Menyesuaikan Penilaian Pinjaman Kredit Swasta

11 Thg 03 2026
Kapal Kargo Dihantam Proyektil di Selat Hormuz