TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 04, 2026
2 min read
1

Delapan puluh anggota parlemen Demokrat secara resmi mendesak pemerintahan Trump untuk menarik proposal yang secara signifikan akan mengurangi standar efisiensi bahan bakar kendaraan. Surat tersebut menyatakan bahwa pencabutan ini akan berdampak negatif pada konsumen, lingkungan, dan kemandirian energi nasional.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengusulkan penurunan persyaratan efisiensi bahan bakar menjadi rata-rata 34,5 mil per galon pada tahun 2031. Ini adalah penurunan yang signifikan dari standar 50,4 mil per galon yang diselesaikan selama pemerintahan Biden, yang mewajibkan peningkatan efisiensi tahunan sebesar 8% hingga 10%.
Menurut surat para anggota parlemen, aturan yang diusulkan akan menyebabkan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dan peningkatan polusi udara. Meskipun NHTSA memperkirakan perubahan ini dapat mengurangi biaya awal kendaraan rata-rata $930, mereka juga memproyeksikan tambahan $185 miliar dalam biaya bahan bakar konsumen hingga tahun 2050 dan peningkatan emisi karbon dioksida sebesar 5%.
Konflik mengenai standar bahan bakar menyoroti pembagian kebijakan antara mengurangi biaya awal kendaraan dan mempromosikan penghematan energi jangka panjang serta tujuan lingkungan. Keputusan akhir pemerintah akan memiliki konsekuensi besar bagi industri otomotif, pengeluaran konsumen, dan kebijakan iklim AS.
T: Apa perubahan inti dalam proposal efisiensi bahan bakar?
J: Proposal ini menurunkan rata-rata efisiensi bahan bakar yang disyaratkan dari 50,4 mpg menjadi 34,5 mpg pada tahun 2031.
T: Apa kekhawatiran ekonomi utama yang diangkat oleh para penentang?
J: Para penentang mengklaim bahwa aturan ini akan meningkatkan biaya bahan bakar jangka panjang bagi konsumen hingga $185 miliar dan memperdalam ketergantungan pada minyak asing.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait