TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 02, 2026
2 min read
3

Pengadilan banding federal secara resmi menolak pengaduan pelanggaran etik yudisial yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Hakim Distrik AS James Boasberg. Pengaduan tersebut, yang berawal dari ketegangan dengan pemerintahan Trump, menuduh bahwa hakim membuat komentar yang tidak pantas mengenai cabang eksekutif.
Konflik ini muncul setelah Hakim Boasberg berselisih dengan pemerintah terkait langkahnya untuk mendeportasi beberapa warga Venezuela, menyatakan bahwa pemerintah tampaknya telah bertindak 'dengan itikad buruk'. Pengaduan DOJ berfokus pada komentar yang diduga dibuat Hakim Boasberg selama pertemuan Konferensi Yudisial AS, di mana ia dilaporkan menyatakan kekhawatiran bahwa pemerintah mungkin mengabaikan putusan pengadilan dan memicu 'krisis konstitusional'.
Ketua Hakim Sirkuit AS Jeffrey Sutton dari Pengadilan Banding Sirkuit ke-6 menangani pengaduan tersebut dan menyimpulkan bahwa pernyataan yang dituduhkan tidak akan melanggar aturan etika yudisial. Dalam putusannya, Hakim Sutton mencatat bahwa diskusi tentang independensi yudisial dan hubungan antar-cabang, bahkan jika menyatakan kekhawatiran, adalah hal yang pantas dalam pertemuan tertutup badan pembuat kebijakan yudisial.
Penolakan ini secara efektif menutup kasus pelanggaran etik terhadap Hakim Boasberg. Putusan tersebut memperjelas cakupan kebebasan berbicara yang dilindungi bagi para hakim dalam diskusi pembuatan kebijakan internal, terutama mengenai hubungan antara cabang yudikatif dan eksekutif. Departemen Kehakiman belum mengeluarkan tanggapan lebih lanjut atas keputusan tersebut.
T: Mengapa pengaduan pelanggaran etik diajukan terhadap Hakim Boasberg?
J: DOJ menuduh ia membuat komentar yang tidak pantas pada konferensi yudisial, menyatakan kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump akan mengabaikan perintah pengadilan.
T: Siapa yang menolak pengaduan tersebut?
J: Ketua Hakim Sirkuit AS Jeffrey Sutton, setelah kasus tersebut dialihkan ke Dewan Yudisial Sirkuit ke-6 untuk menghindari konflik kepentingan.
T: Apa alasan utama penolakan tersebut?
J: Pengadilan memutuskan bahwa seorang hakim yang menyatakan kekhawatiran tentang kepatuhan eksekutif terhadap perintah yudisial dalam pertemuan tertutup dan pembuatan kebijakan tidak melanggar Kode Etik Perilaku Yudisial.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait