Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Aug 26, 2026
2 min read
0

Citi telah menaikkan target harga untuk jagung, kedelai, dan gandum. Penyesuaian ini menyusul kekhawatiran akan menguatnya Super El Niño, yang diidentifikasi sebagai risiko pertanian signifikan yang meluas hingga akhir 2026 dan awal 2027.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengindikasikan probabilitas lebih dari 90% terjadinya peristiwa El Niño yang sangat kuat. Ada kemungkinan 69% peristiwa ini akan melampaui semua episode El Niño sejak tahun 1950 selama periode Oktober-Desember, menurut pembaruan NOAA Agustus 2026. Citi mencatat bahwa harga pasar saat ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan potensi risiko penurunan terhadap produksi pertanian global.
Citi merevisi target harga jagung 3 bulan menjadi $5,40 per bushel dan target 12 bulan menjadi $5,90. Target kedelai ditetapkan pada $12,75 (3 bulan) dan $13,25 (12 bulan). Perkiraan gandum meningkat menjadi $7,25 (3 bulan) dan $7,75 (12 bulan) per bushel. Komoditas yang paling rentan terhadap risiko cuaca meliputi minyak kelapa sawit, kopi robusta, beras, gula, kakao, dan gandum Australia. Secara geografis, risiko terkonsentrasi di Australia, India, Asia Tenggara, dan sebagian Brasil.
Prospek bullish untuk komoditas pertanian didukung oleh berbagai faktor, termasuk perkiraan hasil panen yang lebih rendah karena cuaca, permintaan ekspor yang kuat, dan gangguan geopolitik. El Niño yang intens secara khusus mengancam produksi minyak kelapa sawit, berpotensi mendorong kenaikan harga minyak kedelai dan kedelai. Gandum tetap sangat rentan terhadap gabungan tantangan cuaca dan geopolitik.
T: Mengapa Citi menaikkan target harga komoditas?
J: Citi menaikkan target terutama karena menguatnya Super El Niño, yang menimbulkan risiko signifikan terhadap produksi pertanian global.
T: Komoditas pertanian mana yang paling terpengaruh?
J: Jagung, kedelai, dan gandum target harganya dinaikkan. Komoditas lain yang sangat rentan meliputi minyak kelapa sawit, kopi robusta, beras, gula, kakao, dan gandum Australia.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.